Unduh Aplikasi

Dua Tahun Berstatus Tersangka, Agus Praperadilan-kan Polisi

Dua Tahun Berstatus Tersangka, Agus Praperadilan-kan Polisi
Ilustrasi. Foto : Net
ACEH BARAT - Tak terima ditetapkan sebagai tersangka selama dua tahun delapan bulan tanpa tindak lanjut, Agusdianto, pengusaha di Aceh Barat mengajukan prapreadilan terhadap Kepolisian Resor Aceh Barat. Agus ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penggelapan uang milik rekannnya bernama Arman, senilai satu miliar lebih.

Usai mengikuti sidang praperadilan dengan agenda pembacaan esepsi di Pengadilan Negeri Meulaboh, Jumat (11/2,) Agus mengatakan, dirinya melakukan pra peradilan Polres Aceh Barat,lantaran penetapan dirinya sebagai tersangka sudah terlalu lama dan kepolisian melakukan penyitaan cek miliknya senilai 3 miliar rupiah.

Anehnya kata agus, dalam sidang pembacaan esepsi tersebut, pihak kepolisian tidak bisa memberikan jawaban yang logis di hadapan hakim terkait kasus dirinya yang tidak sampai ke pengadilan setelah dua tahun ditetapkan tersangka.

Dalam sidang tersebut, kata dia, pihak kepolisian malah beralasan belum sampainya kasus tersebut ke pengadilan lantaran berkas perkara yang sudah P 19 di pihak kepolisian saat diajukan ke kejaksaan ditolak karena tidak memenuhi syarat formil dan materil atas kasus penetapan dirinya sebagai tersangka.

Bukan hanya itu, menurutnya dalam jawaban esepsi itu, pihak kepolisian berasalan belum adanya kejelasan kasus tersebut lantaran sangat banyak menangani perkara lainnya, sehingga ada skala prioritas terhadap proses penyidikan perkara pidana lainnya.

“Saya tidak mau tahu persoalan mereka banyak kasus lain dan kekurangan personil, itu kewajiban polisi dan saya mau kasus saya dilakukan Surat Perintah Pencabutan Perkara (SP3) jika memang tidak bisa dibuktikan,” kata dia.

Akibat dari penetapan dirinya sebagai tersangka sejak dua tahun lalu, Agus merasa malu dengan masyarakat karena dia dianggap berpekara dengan kepolisian.

Menurut Agus, dirinya ditetapkan sebagai tersangka, atas laporan rekan kerjanya bernama Arman yang menuding ia melakukan penggelapan uang milik Arman.

Sementara itu Kapolres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Teguh Priyambodo Nugroho SIK melalui KBO Reserse dan Kriminal Inspektur Satu Jhon Darwin yang dipercayakan sebagai salah satu kuasa dalam sidang praperadilan itu membenarkan jika kasus tersebut memang sudah sejak tahun 2013 lalu.

“Itu hak si Agus mempraperadilankan kita, kami cuma mengikuti sebagai termohon. Alasannyakan jelas di situ tadi (dalam sidang) masalah ditetapkan dia sebagai tersangka, kemudian masalah penyitaan,” kata Jhon.

Lambatnya perkara tersebut masuk ke pengadilan, kata Jhon, lantaran saat berkas P 19 tersebut disampaikan ke Kejaksaan, ada beberapa petunjuk yang disampaikan kejaksaan sehingga berkas tersebut hingga saat ini masih berada di kepolisian.

Hadir sebagai Kuasa hukum dari Polres Aceh Barat dalam sidang praperadilan itu yakni Inspektur Polisi Satu Jhon Darwin, Inspektur Polisi Dua Sufyanto, Inspektur Polisi Dua Budi Eka Putra dan Brigadir Polisi Kepala Fahmi Suriandi. Sementara itu yang bertindak selaku hakim tunggal dalam sidang perkara tersebut yakni Alqudri.

Komentar

Loading...