Unduh Aplikasi

Tak Temukan Bukti Saat Razia Gas 3 Kg, DPRK Aceh Barat Duga Ada Bocoran

Tak Temukan Bukti Saat Razia Gas 3 Kg, DPRK Aceh Barat Duga Ada Bocoran
Razia gas
ACEH BARAT- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat bersama tim gabungan terdiri dari Dinas Perindustrian Perdagangan Dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Pertambangan Dan Energi (Distamben) Aceh Barat dibantu pihak Kepolisian Aceh Barat melakukan razia gas elpiji 3 Kg ke pangkalan-pangkalan, rumah makan dan juga eceran gas 3 Kg ilegal,Rabu,(28/10).

Berdasarkan pantauan AJNN, dalam razia gabungan itu tim menyita sejumlah gas elpiji bersubsidi di salah satu warung mie bakso di Jalan Sisingamangaraja karena dianggap warung itu telah masuk pada industri menengah keatas.

Tim gabungan tersebut juga melakukan pemeriksaan tabung-tabung gas melon yang tak sudah tidak bersegel di setiap pangkalan yang mereka singgahi .

Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli mengatakan razia yang mereka lakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga kepada mereka Selasa,(27/10) kemarin.

Kata Ramli, pihaknya kecewa lantaran semua fakta yang disampaikan masyarakat banyak yang belum bisa dibuktikan. Ia menduga ada yang membocorkan informasi razia itu.

"Ini sulit kita ungkap karena kita yakin ada bocoran informasi"Kata dia.

Meski demikian ditemukannya salah satu warung mie bakso yang menggunakan gas 3 kg itu dinilai sudah menjadi fakta apa yang dilakporkan masyarakat itu terbukti.

Ia juga meyakini terkait beberapa laporan lainnya juga terjadi meski belum kepergok oleh tim tersebut.

Melihat kondisi ini, ia meminta kepada Disperindagkop Aceh Barat untuk membuat program khusus yaitu pengawasan lebih ketat terhadap pangkalan gas 3 kg.
Sementara itu Kepala Disperindagkop Aceh Barat Adami Umar mengaku heran dengan kelangkaan gas elpiji 3 Kg di kabupaten setempat.

"Padahal kalau dilihat dari setiap satu putaran gas di Aceh Barat distribusinya sebanyak 60 ribu tabung dan jumlah penduduk miskin Aceh Barat hanya ada 15 ribu Kepala Keluarga, inikan mustahil tidak cukup," ungkapnya.

Menurutnya jika dibagikan dari jumlah elpiji 3 Kg perputaran yang ada di daerah setempat maka setiap satu KK bisa memiliki tiga tabung elpiji dengan pengeluaran 45 ribu rupiah.

DARMANSYAH MUDA

Komentar

Loading...