Unduh Aplikasi

Tak Mencukupi Unsur, Kasus Tim Sukses Bupati Ancam Wartawan Tidak Bisa Ditingkatkan

Tak Mencukupi Unsur, Kasus Tim Sukses Bupati Ancam Wartawan Tidak Bisa Ditingkatkan
Potongan surat hasil perkembangan pemeriksaan kasus dugaan ancaman yang diserahkan kepada Muhamad Hanafiah selaku pelapor oleh Polres Aceh Tamiang. Foto: Ist

ACEH TAMIANG - Polisi Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Tamiang tidak bisa meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan terhadap laporan yang dilaporkan oleh Muhammad Hanafiah, Wartawan harian Waspada, tentang kasus dugaan pengancaman terhadap dirinya yang dilakukan oleh salah seorang tim sukses Bupati Aceh Tamiang pada Agustus tahun 2019 lalu.

"Setelah melalui proses pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan ahli, dan terakhir gelar perkara, bahwa kasus tersebut belum bisa ditingkatkan statusnya ke penyidikan karena unsur dari pasal yang dipersangkakan belum memenuhi unsur," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang AKP Muhammad Ryan Citra Yudha, Selasa (4/2).

Sebelumnya diberitakan, tak terima diancam oleh salah seorang tim sukses Bupati Aceh Tamiang. Muhammad Hanafiah, wartawan harian Waspada didampingi sejumlah teman seprofesinya mendatangi Polres Aceh Tamiang, guna membuat laporan polisi, Selasa (13/8/2019) lalu.

Muhammad Hanafiah melaporkan Zulham alias Wak Leng (tim sukses Bupati Aceh Tamiang-red) karena telah mengancam dirinya untuk dibunuh.

"Laporan sudah diterima dengan bukti nomor: LP.B/49/VIII/Res.1.24/2019/SPKT," kata Muhammad Hanafiah kepada AJNN, waktu itu.

Ancaman terhadap Muhammad Hanafiah dilakukan oleh Zulham alias Wak Leng pada Senin malam (12/8/2019) sekitar pukul 20.00 WIB di depan sebuah toko jual pulsa dan handphone, saat Hanafiah mengisi pulsa ditoko tersebut.

"Zulham mengancam akan membunuh saya dengan cara mencincang hidup-hidup," kata Muhammad Hanafiah yang akrab disapa Agam itu.

Selain dirinya, kata Agam, ancaman tersebut juga dialamatkan kepada temannya Zulfadli alias Iyong yang juga berprofesi sebagai wartawan.

"Bukan saya aja yang diancam, kawan saya Zulfadli alias Iyong, wartawan Lintas Atjeh juga mendapat ancaman yang sama," kata Agam.

Parahnya lagi, kata Agam, saat di depan toko Wije Ponsel, Zulham menyuruh dirinya untuk memanggil Kapolsek dan Kapolres untuk mengatakan bahwa dia tak takut.

"Dibilangnya cepat panggil pak Kapolsek dan pak Kapolres suruh datang ke lokasi (depan toko Wije Ponsel-red), bilang mau aku cincang bunuh bang Agam dan bang Iyong," jelas Agam meniru ancaman dari Zulham.

Menurut Agam, selain tim sukses pasangan Mursil-T. Insyafuddin, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang saat ini, Zulham merupakan salah seorang pengurus Majelis Pendidikan Daerah di kabupaten itu.

"Si Zulham itu adalah tim sukses Bupati Aceh Tamiang dan juga pengurus MPD, alasan dia mengancam kami, karena tak terima kami sering mengkritik kebijakan Pemerintah dan MPD," ungkap Agam sapaan Muhammad Hanafiah itu.

Menanggapi tidak bisa ditingkatkan proses hukum kasus ancaman yang dilaporkan ke Satreskrim Polres Aceh Tamiang, Hanafiah selaku pelapor mempertanyakan unsur apa yang belum terpenuhi.

"Unsur mana yang belum terpenuhi sehingga belum dapat untuk diteruskan ke tahap penyidikan," tanya Muhammad Hanafiah, seraya menambahkan, dirinya akan mempelajari kembali laporan yang telah dilaporkan Agustus 2019 lalu itu.

Muhammad Hanafiah mengaku sudah menerima surat perkembangan pemeriksaan perkara tersebut dari Polres Aceh Tamiang, yaitu surat tidak bisa ditingkatkannya dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...