Unduh Aplikasi

Tak Mau Dipindahkan ke Medan, Satu KK Imigran Rohingya Minta ke Makassar

Tak Mau Dipindahkan ke Medan, Satu KK Imigran Rohingya Minta ke Makassar
Salah seorang wanita imigran Rohingya bersama bayinya di Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Foto AJNN/Sarina.

LHOKSEUMAWE - Satu Kepala Keluarga (KK) Imigran asal Myanmar etnis Rohingya yang ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, tidak mau dipindahkan ke Medan.

Keluarga dari Rashid Ahmad ini, ingin dipindahkan ke Makassar, disebabkan keluarganya saat ini sedang menetap di daerah tersebut.

“Jadi ada satu keluarga yang tidak ingin kita pindahkan ke Medan, mereka ingin dipersatukan dengan anaknya di Makasar,” kata Program Koordinator IOM, Sonya Syafitri, Kamis (29/4/2021).

Baca: Lagi, Puluhan Imigran Rohingya di Lhokseumawe Dipindahkan ke Medan

Lanjut Sonya, untuk pemindahan keluarga itu ke Makasar, pihaknya harus lebih dulu menunggu dan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi. Sehingga sementara waktu, keluarga tersebut tetap tinggal di BLK Lhokseumawe.

Salah seorang Imigran Rohingya yang dipindahkan ke Medan, Sonim mengatakan, dirinya sangat menyukai kehidupan di Aceh, ketika dipindahkan ke Medan, dia tidak tahu bagaimana kehidupan dan nasibnya di sana.

“Saya sedih, padahal saya sudah minta untuk tetap tinggal di Aceh, namun tidak dibolehkan, saya lebih senang tinggal di Aceh dibandingkan di Medan, dan saya tidak akan pergi ke Malaysia, akan tetap di Indonesia,” tuturnya.

Dalam berita sebelumnya, sebanyak 40 jiwa imigran asal Myanmar etnis Rohingya yang ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kandang, Kota Lhokseumawe kembali dipindahkan ke Medan, Sumatera Utara, Kamis (29/4/2021) sekitar pukul 22.00 WIB. 

Pemindahan tersebut menggunakan empat unit bus dan dikawal ketat oleh jajaran Kepolisian Polres Lhokseumawe, TNI dan perwakilan Satuan Tugas (Satgas) sepanjang perjalanan hingga ke Kota Medan.

Komentar

Loading...