Unduh Aplikasi

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Geureudong Pase Tanam Kelapa di Ruas Jalan

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Geureudong Pase Tanam Kelapa di Ruas Jalan
Foto: Ist

ACEH UTARA – Merasa jengkel dengan kondisi jalan yang sudah bertahun-tahun rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, masyarakat di Kecamatan Geureudong Pase menanam bibit kelapa di badan jalan strategis yang menghubungkan kecamatan tersebut dengan kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Jum’at (4/10).

Pemandangan tak lazim itu terlihat di ruas Jalan Mbang-Punteuet atau Jalan Cot Matahe-Mbang, tepatnya di kawasan Gampong Alue Awe, Kecamatan Geureudong Pase pagi tadi.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kecamatan Geureudong Pase (FORKOMPAS), Adly Jailani, mengatakan, aksi itu dilkukan karena warga sudah merasa sangat jenuh menanti realisasi janji-janji pemerintah yang selalu diucapkan, sehingga masyarakat memilih menyindirnya dengan cara seperti itu.

Sambungnya, itu aksi spontan masyarakat tanpa ada yang mengkoordinirnya. Mudah-mudahan sindiran semacam itu biasa menggugah hati pemerintah, itupun jika mereka masih punya rasa malu dengan janji-janji yang pernah mereka ucapkan di hadapan rakyatnya.

"Selama ini masyarakat tidak tahu harus mengadu ke mana lagi, karena setiap usulan yang diperjuangkan melalui MUSRENBANG selalu raib di tengah jalan," ujarnya.

Sementara itu, tambahnya lagi, saban hari masyarakat harus menghirup debu saat kemarau dan berkubang dengan lumpur saat musim penghujan. Belum lagi jarak tempuh antara Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Geureudong Pase dengan Rumah Sakit Daerah yang mencapai 25 Kilometer, telah menempatkan ribuan nyawa masyarakat dalam kondisi terancam, karena butuh waktu yang sangat lama untuk mendapatkan rujukan jika sewaktu-waktu pasien mengalami kegawatdaruratan.

"Kini banyak juga para Aparatur Sipil Negara (ASN), umunya tenaga pengajar yang hampir seluruhnya berasal dari luar Kecamatan Geureudong Pase mengeluh dan minta pindah, karena rata-rata mereka sudah sering mengalami kecelakaan di jalan yang dipenuhi lubang tersebut, bahkan ada ASN yang sudah meninggal karena terjatuh di jalan. Tentu hal ini akan sangat berpengaruh kepada kualitas pendidikan di Kecamatan Geureudoong Pase," tambah Adly.

Pihaknya berharap agar Pemerintah Aceh segera membenahi jalan tersebut dari Keude Punteuet, Kota Lhokseumawe hingga ke Gampong Suka Damai, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara sepanjang kurang lebih 25 Kilometer.

Di samping itu masyarakat juga berharap agar segera dituntaskan pembangunan jalan alternatif ruas Alue Glem – Simpang Ubi – Pinto Karoe – Keude Mbang, sebagai jalur keluar masuk alat berat dan kenderaan dengan tonase tinggi, agar jalan strategis Mbang-Punteuet tidak cepat rusak setelah dibangun.

Sementara itu salah seorang perwakilan masyarakat dari Gampong Alue Awe, Azhari mengancam akan menempuh cara-cara yang lebih ekstrim, seperti memblokir jalan apabila aksi ini tidak segera direspon pihak terkait.

“Itu hanya permulaan saja. Kami akan menggalang massa yang lebih besar dan memblokir jalan, bila aspirasi kami ini tidak didengar oleh pemeriintah," cetus Azhari.

Untuk diketahui, jalan ini terakhir dilakukan pengaspalan pada tahun 2012 lalu dengan sistem multy-years (tahun jamak), itu pun baru dibangun setelah ribuan masyarakat Kecamatan Geureudong Pase berdemo sembari memblokir jalan tersebut.

Aksi massa itu terjadi pada 20 Juli 2011, di perbatasan Kecamatan Geureudong Pase-Syamtalira Bayu.

Setelah hampir delapan tahun berlalu, kini kondisi jalan tersebut sudah hancur kembali dengan “lubang maut” terlihat menganga dimana-mana.

Komentar

Loading...