Unduh Aplikasi

Tak Kebagian Gas Melon, Sejumlah IRT Protes ke Kantor Desa

Tak Kebagian Gas Melon, Sejumlah IRT Protes ke Kantor Desa
Mobil agen Elpiji 3 kg sedang menurunkan muatan di salah satu pangkalan di Desa Blok VI. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Kesal tak kebagian gas elpiji 3 kg, sejumlah ibu-ibu di Desa Blok VI Baru, Kecamatan Gunung Meriah mendatangi kantor desanya. Mereka mengadukan pangkalan gas di desa tersebut lantaran dinilai lebih mementingkan pembeli dari luar desa.

"Kami mau mengadukan pangkalan gas, masak masih ada mobil agen disitu menurunkan gas, kami mau beli katanya gak ada, kan aneh," kata Satiah.

Bahkan, Nasem seorang nenek berusia 68 tahun sampai terisak lantaran merasa sedih tidak bisa mendapatkan gas, sementara gas di rumahnya habis.

"Tabung gas ku cuma satu, mau beli katanya gak ada, harus ditinggal dulu, panjar uang, hari minggu baru datangkatanya, mereka bilang menyuruh saya pakai kayu bakar aja dulu," ungkap Nasem.

Babinsa Desa Blok VI Baru Sersan Satu Ali Ansari yang sedang berada di kantor desa mengatakan sebelum ibu-ibu melakukan protes ke kantor desa, dirinya telah mendatangi pangkalan, ia membenarkan mobil agen sedang berada di pangkalan, menurunkan elpiji 3 kg.

"Tadi saya tanyakan, kata pemilik pangkalan, mereka mendapat jatah dari agen 120 tabung, saya data dari pembukuan mereka 89 tabung sudah pesanan orang, ada yang atas nama rumah makan, satu rumah makan 10 tabung, sisanya itu yang untuk masyarakat disitu," kata Ali Ansari.

Ali menambahkan saat dirinya berada di pangkalan, warga yang datang masih dilayani, harganya pun masih sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 19 ribu per tabung.

"Tadi saya disitu, ada warga yang datang masih dilayani, harganya sesuai het, tapi pengakuan ibu-ibu ini katanya beli dengan harga Rp 23 ribu," jelasnya.

Para ibu-ibu yang kecewa lantaran tidak mendapatkan gas elpiji berencana akan berunjuk rasa ke pangkalan guna memprotes mekanisme penjualan yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat setempat.

Komentar

Loading...