Unduh Aplikasi

Tak Kantongi Izin, Polisi Amankan Enam Beko di Lokasi Galian C

Tak Kantongi Izin, Polisi Amankan Enam Beko di Lokasi Galian C

PIDIE - Polres Pidie dibantu tim terpadu pemerintah setempat mengamankan enam unit alat berat jenis beko di sungai Gampong Lhok Igeuh dan Mancang, Kecamatan Tiro, Pidie. Enam beko tersebut diduga digunakan untuk melakukan penambangan pasir dan batu (sirtu) tanpa izin, Senin (21/1).

"Beko tersebut kita amankan tadi siang karena tidak ada izin dari pejabat yang berwenang untuk manambang sirtu di kawasan sungai sehingga telah merusak lingkungan," kata Kapolres Pidie AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar kepada AJNN, Selasa (22/1).

Pada saat tiba dilokasi galian C, kata Setiawan Siregar, alat berat tersebut telah disembunyikan di sekitar lokasi.

"Enam unit beko itu kini telah kita amankan di Mapolres, sementara pemilik dan pengelola galian C di dua titik lokasi yang tidak memiliki izin masih dalam penyelidikan," ujarnya.

Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) berserta beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) juga turut hadir saat diamankan emam unit alat berat di lokasi galian C.

Abusyik mengatakan, akibat maraknya aktivitas galian C tanpa aturan di sungai Tiro sehingga terjadi kekurangan debit air dan imbasnya akan berdampak sektor pertanian.

Bahkan, lokasi galian C tersebut juga berdekatan dengan proyek pembangunan jembatan yang hampir rampung dikerjakan sehingga dikhawatirkan akan mengikis pinggiran tiang jembatan.

"Bagi pemilik alat berat yang tidak memiliki izin melakukan kegiatan galian C akan dikenakan sanksi," ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, tutur Abusyik akan mengeluarkan peraturan kawasan yang tidak diperboleh dan diperboleh melakukan kegiatan galian C.

Komentar

Loading...