Unduh Aplikasi

Tak Hanya Dibatalkan, Tender Proyek Oncology Harus Diproses Hukum

Tak Hanya Dibatalkan, Tender Proyek Oncology Harus Diproses Hukum
Praktisi PBJ Pekerjaan Konstruksi dan Tim Konsultasi Pekerjaan Konstruksi pada LKPP-RI, Riad Horem. Foto: Ist

BANDA ACEH - Inspektorat Aceh menyurati Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh terkait pertimbangan terhadap kontrak Pembangunan Gedung Oncology Center.

Melalui surat nomor 700/A.1/093/1A tanggal 27 Januari 2020, Inspektorat Aceh selaku Aparat Internal Pengawas Pemerintah memberi pertimbangan kepada Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin untuk membatalkan surat perjanjian (kontrak) Nomor 027/12079/02.A/2019 tanggal 30 Desember 2019 dengan KSO APG-AS (PT Adhi Persada Gedung dan PT Andesmont Sakti).

Inspektorat juga memberi pertimbangan agar Direktur RSUDZA memerintahkan secara tertulis uasa KSO APG-AS untuk mengembalikan Uang Muka Kerja (UMK) yang telah diterima senilai RP 11.837.045.455,00 ke kas daerah Aceh.

Kemudian Direktur RSUDZA juga disarankan agar berkonsultasi dengan Biro Hukum Sekretariat Daerah Aceh terkait tata cara teknis pembatalan kontrak tersebut.

Baca: Pertimbangan Inspektorat kepada Direktur RSUDZA, Kontrak Harus Dibatalkan

Surat yang ditandatangani Zulkifli selaku Inspektur Aceh itu juga ditembuskan kepada Plt Gubernur Aceh, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh dan Kepala Biro Hukum Setda Aceh.

Sementara itu, praktisi PBJ Pekerjaan Konstruksi dan Tim Konsultasi Pekerjaan Konstruksi pada LKPP-RI, Riad Horem, mengungkapkan kalau kasus tersebut bukan hanya harus diputuskan dibatalkan, tapi harus lebih dari itu.

"Jaminan sanggah banding mesti dikembalikan dan dilanjuti pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pengguna," kata Riad Horem kepada AJNN, Kamis (5/2).

Komentar

Loading...