Unduh Aplikasi

Tak Didampingi Perawat Saat Dirujuk, Warga Tangse Meninggal dalam Perjalanan

Tak Didampingi Perawat Saat Dirujuk, Warga Tangse Meninggal dalam Perjalanan
Ilustrasi. Foto: Net

PIDIE - Kafrawi (65), warga Pulo Masjid II, Kecamatan Tangse, meninggal dunia dalam perjalanan rujukan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Di Tiro, Sigli dari Puskesmas Kecamatan Tangse, Pidie. Namun dalam proses rujukan itu tidak ada pendampingan dari pihak petugas kesehatan (perawat).

Anak Almarhum, Fuadi (45) mengatakan, orang tuanya dirawat di puskesmas setempat pada Sabtu malam sekitar pukul 24.00 WIB. Selanjutnya, pada Minggu dini hari (7/1) sekira pukul 02.00 WIB, rencananya dirujuk ke RSU Syik Ditiro, Sigli.

Dalam perjalanan rujukan ke RSU Tgk Chik Di Tiro, dengan mobil ambulan, kata Fuadi, tidak seorang pun petugas kesehatan dari puskesmas setempat mendampinginya

“Orang tua saya menghembus nafas terakhir dalam perjalanan atau tepatnya depan Mesjid Pasar Kecamatan Tangse,“ kata Fuadi kepada AJNN, Sabtu (8/1).

Meski ajal orang tuanya sudah kehendak Allah SWT, namun ia sangat menyesalkan pihak puskesmas setempat yang tidak melakukan pendampingan saat rujukan.

Baca: Viral di Medsos, Bayi Meninggal Terlambat Penanganan di RSUD Aceh Singkil

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tangse Faisal saat dikonfirmasi AJNN melalui selularnya mengakui bahwa seorang pasien yang meninggal dunia Almarhum Kafrawi sempat ditangani dokter karena menderita penyakit paru-paru.

Dikatakan, pada waktu bersamaan dokter juga sedang menangani pasien lain dengan penyakit lebih serius, sementara pasien Kafrawi terburu-buru dibawa sopir ambulan. Selain itu, petugas yang bertugas piket ada enam orang, namun satu orang tidak hadir.

"Ketika dokter sedang menangani pasien lain, sopir ambulan langsung bergerak meninggalkan puskesmas sehingga dokter belum sempat memerintahkan petugas piket untuk mendampingi keluarga pasien," ujar Faisal.

Menurut Faisal, ini merupakan kasus pertama merujuk pasien tanpa pedampingan dari petugas kesehatan, dan itu terjadi akibat sopir ambulan yang buru-buru membawa pasien tanpa diperintahkan dokter yang menangani.

Faisal mengaku pihaknya sudah mengunjungi kediaman almarmum untuk meminta maaf kepada pihak keluarga atas kesilafan tersebut dan sebagai introspeksi agar tidak terulangi lagi pada masa yang akan datang.

"Tadi kami sudah membezuk ke rumah duka dan tidak ada masalah lagi," katanya.

Komentar

Loading...