Unduh Aplikasi

Tak Dapat BST, Warga Silolo Aceh Selatan Rusak Fasilitas Kantor Desa

Tak Dapat BST, Warga Silolo Aceh Selatan Rusak Fasilitas Kantor Desa
Foto: Ist

ACEH SELATAN - Warga Desa Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat, (15/5) dilaporkan mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas di kantor desa setempat.

Dari informasi yang diperoleh, warga kecewa tidak terdaftar sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan Kementerian Sosial dan diduga tidak tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten setempat, Zubir Efendi, mengatakan penyaluran BST Kementerian Sosial berawal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diberikan oleh Kemensos dan diverifikasi ulang.

Zubir menjelaskan, dari data tersebut Pemerintah Pusat memberikan waktu singkat untuk melakukan penyesuaian kembali lewat pemerintah desa sehingga dapat menimbulkan gejolak.

"Jadi data itukan DTKS yang dikirimkan pusat. Lalu data itu dikirimkan ke desa untuk dievaluasi kembali. NahkKepala desakan punya kewenangan untuk menentukan dari hasil penilaiannya. Misal yang kaya dicoret. Tapi karena waktu yang singkat terkadang ada desa yang belum atau telat merespon sehingga tidak dapat merubah lagi data," kata Kepala Dinsos Kabupaten Aceh Selatan, Zubir Efendi.

Menurutnya singkatnya waktu yang diberikan oleh Kemensos, bisa jadi karena Kemensos berfikir kondisi desa saat ini telah memiliki data mandiri sehingga cepat dalam melakukan evaluasi.

Padahal kata dia, desa di Aceh belum memiliki data mandiri seperti di daerah lain sehingga ketika lambat merespon DTKS itu akan menimbulkan gejolak, harusnya memang kepala desa cepat merespon dalam evaluasi data.

Dirinya mengaku telah memprediksi akan adanya gejolak tersebut, lantaran singkatnya waktu pendataan ulang baik yang dilakukan petugas sosial maupun evaluasi dari tingkat desa, bahkan ia mengaku sempat menyurati Kemensos untuk dilakukan perubahan data.

"Sebetulnya kita sudah menyurati Kementerian untuk merubah lewat menu aplikasi dari data hasil evaluasi. Tapi hingga tadi belum direspon atau dibuka menu tersebut," ungkapnya.

Dijelaskan Zubir, penyaluran BST dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kantor Pos, sehingga pihaknya tidak bisa mengawasi.

Ia mengatakan, pada penyerahan secara simbolis penerima BST yang dilakukan oleh Plt Bupati Aceh Selatan, Teungku Amran, dirinya sempat mengingatkan kantor pos agar menunda dulu penyaluran BST di wilayah-wilayah yang berpotensi konflik.

"Kalau untuk Penerima BST kita semua berjumlah 15 ribu KK di seluruh Aceh Selatan," sebutnya.

Sementara itu Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sektariat Daerah Kabupaten Aceh Selatan, Ramli Tanjung, mengatakan dirinya belum mendapat informasi lebih jelas terkait persoalan tersebut.

"Tapi info yang saya dapat saat ini sedang difasilitasi Camat untuk persoalan itu," ungkapnya.

Komentar

Loading...