Unduh Aplikasi

Tak cukup unsur untuk ditahan, dua pelajar dilepaskan polisi

LANGSA-Dua siswa SMK Langsa yang berinisial W, (18), warga Aceh Tamiang dan A, (17), warga Aceh Timur, yang diduga merusak jalan setapak wisata bahari di Gampong Kuala Langsa, Kec. Langsa Barat, kini dikembalikan kesekolahnya oleh pihak Polsek Langsa Barat, Rabu (4/3).

sebelumnya, dua siswa tersebut diamankan dan dibawa ke kantor Walikota Langsa, karena dinilai merusak pagar beton yang dibangun pemerintah untuk tempat wisata, Selanjutnya setelah dibawa ke kantor Walikota, dua pelajar tersebut diserahkan kepada pihak penegak hokum Polsek Langsa Barat.

Kapolres Langsa, AKBP Sunarya Sik, melalui Kapolsek Langsa Barat, AKP Suparwanto, kepada wartawan menyebutkan, dua siswa tersebut dilepaskan setelah dibuatkan berita acaranya dan diserahkan kepada pihak sekolah.

"Mereka ini kan masih sekolah jadi tidak cukup unsur untuk kita tahan, sesuai pasal 406 KUHP dan masih dibawah umur dan mesti kita lepaskan, polisi dalam hal ini sifatnya pembinaan," ujar Suparwanto.

"Sambungnya, sebenarnya kemarin, Selasa (3/3) kedua pelajar ini sudah bisa kita lepaskan, tetapi perwakilan sekolah belum datang, karena hari ini semua telah hadir, maka langsung kita serahkan dan kembalikan kepada pihak sekolah,"tambahnya.

Menjawab wartawan, kedua siswa yang dinilai merusak pagar tempat wisata Pemko Langsa menceritakan, pada saat itu mereka memang berada di jalan setapak wisata bahari manggrove Gampong Kuala Langsa, namun kami tidak merusak pagar itu.

Dan secara tiba-tiba datang seorang yang mengaku penjaga wisata bahari yang mengenakan baju Dishub, langsung menangkap mereka.

" Setelah ditangkap selanjutnya kami diintrograsi serta mereka mencoba memeras dengan meminta uang sebanyak Rp.200 ribu guna sebagai ganti kerusakan pada sisi pagar pembatas jalan tersebut. padahal kami tidak ada merusak pagar tersebut, kami hanya menyepak sisa reruntuhan pagar tersebut," akui W.

Ironisnya, setelah tidak dindahkan permintaan uang oleh oknum tersebut, selanjutnya teman saya A, mendapat perlakuan kasar disepak dibagian kakinya sebelah kiri oleh oknum yang mengaku dari Dishub itu.

Sementara itu, Saiful Alam selaku orang tua anak tersebut ketika dikomfirmasi wartawan, mengungkapkan rasa kecewaannya, karena ia menilai anaknya masih dibawah umur, namun ditahan.

“Mereka itukan statusnya masih sekolah dan juga masih dibawah umur, kok ditahan” ujar Saiful Alam dengan nada kecewa,"katanya.

Seharusnya kata dia, Walikota Langsa Usman Abdullah harus arif dan bijaksana dalam persoalan ini, jangan semena-mena saja, karena dia punya kekuasaan.

kenapa anak saya bisa dibawa langsung ke kantor Walikota Langsa, seharusnya masih diranah Satpol PP saja, saya menilai ini ada intrik tertentu, karena saya selalu berseberangan dengan walikota, sebut Saiful Alam yang juga berprofesi sebagai wartawan.

ASRUL

Komentar

Loading...