Tak Bayar Pajak, Dirut Harun Plaza Dijebloskan ke Penjara

Tak Bayar Pajak, Dirut Harun Plaza Dijebloskan ke Penjara
Jaksa dari Kejari Lhokseumawe saat membawa Dirut Harun Plaza berinisial IL ke LP Kelas II A Lhokseumawe, Kamis (18/11). Foto: Dok Kejari Lhokseumawe.

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe melakukan eksekusi terhadap Direktur Utama (Dirut) Harun Plaza berinisial IL ke Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Lhokseumawe, Kamis (18/11).

Untuk diketahui, IL divonis bersalah karena tidak membayar pajak sebesar Rp594 juta, saat mendirikan mal di Lhokseumawe pada 2015 lalu. 

Saat itu terpidana bekerjasama dengan PT Matahari Putra Prima, dengan anggaran sewa menyewa Rp300 ribu per bulan selama tiga tahun.

Kendati demikian pada tahap pertama PT Matahari Putra Prima, sudah membayarkan sewa sebesar Rp5,94 miliar ke perusaan terpidana, namun yang bersangkutan tidak membayar pajak sekitar 10 persen tersebut.

Kepala Kejari Lhokseumawe, melalui Kasi Intel Miftahuddin kepada AJNN mengatakan, IL diduga telah melanggar Pasal 39 Ayat 1  huruf d dan l Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan.

“Jadi IL ini terancam pidana satu tahun tiga bulan, dengan denda sebesar Rp1.188.000.000,” kata Miftah.

Selain itu sambung Miftah, juga diperhitungkan uang titipan sebesar Rp450.000, dengan ketentuan apabila terpidana tidak membayar denda paling lama dalam kurun waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang.

“Itu dilakukan untuk menutupi denda, dan apabila harta benda terpidana tidak mencukupi untuk membayar denda tersebut maka diganti pidana kurungan selama tiga bulan. Berdasarkan Putusan MARI Nomor 1840 K/Pid.Sus/2021 Tanggal 1 September 2021.

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini