Unduh Aplikasi

Tak Ada Rumah, Nur Khadijah Tinggal di Bangunan Terbengkalai

Tak Ada Rumah, Nur Khadijah Tinggal di Bangunan Terbengkalai
Nur Khadijah duduk di depan pintu rumahnya, Selasa (30/10). Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE - Nur Khadijah, seorang wanita berusia 60 tahun tinggal di gedung pasar sayur terbengkalai di Gampong Kota, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe sejak lima tahun terakhir. Wanita asal Kota Panton Labu itu, terpaksa menetap di bangunan tersebut karena tidak memiliki tempat tinggal.

Kotor dan jorok, bukanlah halangan untuk Nur Khadijah dan suaminya yang kedua Nasruddin untuk menempati tempat itu. Meskipun hanya berukuran kecil dan sempit, namun baginya, bisa berteduh dari guyuran hujan dan teriknya matahari sudah membuatnya bersyukur.

Nur Khadijah, pada perkawinan pertamanya memiliki dua orang anak. Namun malangnya, anak dan suaminya tersebut sudah meninggal dunia puluhan tahun yang lalu.

Sembari duduk di pintu rumahnya yakni di bangunan pasar sayur Kota Lhokseumawe itu, ia mengisahkan, awal mula tinggal di Kota Panton Labu. Setelah suami dan anak-anaknya meninggal dunia, ia terpaksa menjadi asisten rumah tangga di salah satu rumah di kota tersebut.

“Karena pemilik rumah saya kerja sudah bangkrut dan pindah, saya terpaksa menjadi pengemis selama beberapa saat, karena tidak memiliki tempat tinggal,” kata Nur Khadijah kepada AJNN, Selasa (30/10).

Setibanya di Kota Lhokseumawe, ia bertemu dengan Nasruddin, kemudian memilih berumah tangga dengan pria tersebut. Karena tidak memiliki tempat tinggal, ia sempat tinggal di Meunasah Gampong Kota tersebut selama lima tahun, karena meunasah itu kini sudah difungsikan kembali, mereka berdua pindah ke lantai dua pasar sayur yang tidak difungsikan di Kota Lhokseumawe.

“Saat ini suami saya tidak memiliki pekerjaan tetap, dan saya sendiri juga tidak bisa lagi berkerja karena dalam kondisi sakit tulang, terkadang untuk berjalan jika lagi sakit terpaksa ngesot,” ungkapnya.

Untuk makan, sambungnya, jika ada uang mereka membeli makanan, sementara jika tidak mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut.

“Hanya bisa pasrah dengan keadaan, apalagi saya kondisi sakit dan suami tidak ada kerjaan tetap. Harapan saya, semoga ada dermawan yang mau membantu kami, minimal bisa membangun rumah kecil yang layak huni,” pungkasnya. 

Komentar

Loading...