Unduh Aplikasi

Tak Ada Penyuluh, Pemkab Abdya Kewalahan Atasi Tingkah Petani

Tak Ada Penyuluh, Pemkab Abdya Kewalahan Atasi Tingkah Petani
Foto: Net.
ACEH BARAT DAYA - Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Herman Suryadi merasa kewalahan dalam mengantisifasi perilaku para petani di kabupaten setempat. Pasalnya, setiap menyalurkan bantuan bibit tak jarang para petani menyalahgunakannya bantuan tersebut. Padahal hampir setiap kesempatan dicegah.

“Kami sangat kewalahan dalam menghadapi tingkah para petani saat menerima bantuan bibit, padahal sudah sering kami ingatkan agar bantuan tersebut benar-benar dimafaatkan secara baik dan benar, tetapi dilapangan selalu ada laporan miring, seperti dijual, tidak ditaman,” ungkap Kadis Dishutbun Abdya kepada AJNN, Kamis (28/4).

Menurutnya, jika para petani benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut, tentu hasil dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh petani itu sendiri, akan tetapi kesadaran akan hal itu terkadang kurang dimiliki sehingga bantuan tersebut terkesan tidak membuahkan hasil. “Satu sisi pemerintah berkeinginan untuk mensejahterakan masyarakat melalui bantuan bibit, disisi lain para petani menyalahgunakan kesempatan itu, jika tidak diberi bantuan yang disalahkan juga pemerintah,” ujarnya.

Dia mengakui, terjadinya hal tersebut disebabkan karena tidak ada penyuluh yang merubah perilaku, sikap dan keterampilan para petani. “Kami selalu awasi, tetapi kami disini tidak ada penyuluh, malahan yang turun selain pegawai, kabid bahkan saya sendiri kelapangan, sementara yang program lain yang kami kerjakan juga mendesak,” tuturnya.

Dikatakan Herman, baru-baru ini pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat ada salah satu kelompok yang tidak ingin menanam bantuan bibit kopi yang disalurkan, saat diperiksan kelapangan ternyata benar, bibit itu kemudian langsung diambil kemabali. “Itu salah satu kasus bantuan bibit dari banyaknya kasus lain yang kita dapatkan, konsekuensinya kita ambil kembali bibit tersebut,” ungkapnya.

Agar hal itu tidak terurulang tambah Herman, solusinya pada dinas kehutanan dan perkebunan harus adanya penyuluh jika tidak hal itu kemungkinan besar sangat kewalahan untuk menghadapi kenakalan para petani. “Sebenarnya, jika ada penyuluh, mungkin di Abdya ini hasil panen sawit, pala, kakau dan sebagainya sudah bisa meningkatkan ekonomi taraf hidup para petani,” imbuhnya.
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...