Unduh Aplikasi

Tak Ada Kejelasan, Persiraja Copot Logo Bank Aceh Syariah

Tak Ada Kejelasan, Persiraja Copot Logo Bank Aceh Syariah
Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam. Foto: Ist

BANDA ACEH - Persiraja Banda Aceh, mengcopot logo PT Bank Aceh Syariah di jersey (kostum) terbaru mereka. Pencopotan itu karena hingga kini tidak ada kejelasan terkait janji bank tersebut untuk menjadi sponsor klub Persiraja.

Pada kostum sebelum pandemi Covid-19, memang tertempel logo bank milik Pemerintah Aceh itu. Namun setelah ditunda selama enam bulan karena pandemi, Persiraja mengeluarkan jersey tersebut dengan mencopot logo PT Bank Aceh Syariah.

Launching jersey baru tim Lantak Laju tersebut berlangsung di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Rabu (23/9). 

Sementara, lanjutan Liga 1 musim 2020 akan berlangsung pada Oktober mendatang, Persiraja sendiri memilih Yogyakarta sebagai home base sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan yakni Liga 1 akan dipusatkan di Pulau Jawa tanpa ada penonton.

Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam membenarkan ikhwal pencopotan logo Bank Aceh Syariah di jersey terbaru milik mereka.

“Tidak ada lagi logo Bank Aceh Syariah di baju terbaru kami, sudah kami hapus karena memang tidak ada kejelasan,” kata Nazaruddin Dek Gam kepada AJNN, Kamis (24/9).

Dek Gam--sapaan Nazaruddin--mengaku kecewa dengan sikap Bank Aceh Syariah itu. Pasalnya janji yang sudah disampaikan tak kunjung direalisasi hingga kini.

“Persiraja sangat butuh dukungan dari sponsor, tapi kalau janji saja tidak ada bukti untuk apa, makanya saya ambil keputusan hapus logo Bank Aceh,” tegas Dek Gam.

Sejak kompetisi dimulai awal Januari, Dek Gam mengaku sempat melakukan pertemuan dengan beberapa pihak dalam rangka mencari sponsor, termasuk dengan Bank Aceh Syariah.

“Di jersey awal ada logo Bank Aceh Syariah, kenapa kami pasang karena sudah pembicaraan siap membantu, tapi sampai sekarang janji membantu itu juga tidak ada,” ungkapnya.

Menurutnya Dek Gam, hal ini perlu disampaikan ke masyarakat, agar masyarakat Aceh, khususnya pecinta sepak bola tahu bagaimana kondisi sebenarnya.  

“Sebelum kami hapus, kami juga sudah mencoba mempertanyakan lagi, tapi juga tidak ada kejelasan,” ujarnya

Logo Bank Aceh Syariah terpasang di jersey Persiraja. Foto: Dok AJNN

Anggota Komisi 3 DPR RI itu menjelaskan kalau hingga kini klubnya itu tidak ada permasalahan dari segi finansial, walaupun harus rela merogoh kocek sendiri lebih besar demi marwah sepak bola Aceh. 

“Kami tidak mengantung ke Bank Aceh juga, walaupun mereka tidak ada, kami tetap jalan. Kenapa kami pertanyakan karena memang sudah ada komitmen, kalau tidak ada komitmen untuk apa juga kami pasang logo bank itu pada baju,” ungkapnya.

Selain itu, Dek Gam mengatakan kalau yang ditakutkan nanti adalah ketika dilakukan audit, termasuk bantuan dari sponsor selama kompetisi berlangsung. 

“Mau jawab apa kami ketika diaudit, sedangkan di baju ada logo, tapi bantuan tidak ada, saya takutnya bermasalah kedepan nanti, makanya saya harus ambil langkah tegas sekarang,” tegasnya.

Dek Gam sendiri tidak mengetahui kenapa Bank Aceh Syariah tidak merealisasikan komitmennya untuk membantu Persiraja. Namun itu semua dia kembalikan ke masyarakat, biarkan masyarakat yang menilai sendiri.

“Intinya klub Persiraja tetap bisa bermain walaupun tidak ada bantuan dari Bank Aceh Syariah. Ini semata-mata saya lakukan untuk mengembalikan marwah sepak bola Aceh, termasuk untuk menghibur masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, Dek Gam mengatakan kalau seluruh pemain Persiraja akan bertolak ke Yogyakarta pada 27 September. Ada 28 pemain yang akan dibawa untuk melanjutkan kompetisi yang tertunda itu.

“Mohon doa masyarakat Aceh, semoga tim kebanggan kita bisa meraih kemenangan di setiap pertandingan,” ujarnya.

Persiraja sendiri pada laga perdana lanjutan Liga 1 itu akan menghadapi PSM Makassar pada tanggal 4 Oktober 2010 di Stadion Maguwoharjo.

Komentar

Loading...