Unduh Aplikasi

Tak Ada Dokter, Pegawai Puskesmas Cubo Mengadu ke Asisten

Tak Ada Dokter, Pegawai Puskesmas Cubo Mengadu ke Asisten
Para pegawai puskesmas ketika mengadu ke asisten. Foto: Muksal Mina

PIDIE JAYA - Belasan pegawai Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya mendatangi Asisten II Sekdakab Pidie Jaya untuk meminta supaya menempatkan dokter di puskesmas tersebut.

Pasalnya hingga saat ini, puskesmas yang terletak di gampong kediaman pribadi Bupati Pidie Jaya itu belum memiliki dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis yang menetap. Kendatipun memiliki seorang dokter bakti, namun yang bersangkutan jarang berada di puskesmas.

"Saat ini di puskesmas kami hanya memiliki seorang dokter bakti, itupun jarang masuk, seharusnya tiap puskesmas minimal harus ada dua dokter, dokter umum dan dokter gigi. Saya sudah beberapa kali meminta kepada kepala dinas untuk menempatkan dokter di Puskesmas Cubo, tapi belum terealisasi," kata Kepala Puskesmas Cubo, Ibrahim kepada AJNN, Kamis (19/10).

Dikatakannya, akibat ketiadaan dokter, banyak masyarakat yang kecewa ketika berobat ke puskesmas tersebut. Bahkan lanjut Ibrahim, masyarakat di Kemukiman Cubo mengancam akan pindah paskes ke puskesmas lain.

"Masyarakat sangat kecewa ketika berobat, karena tidak ada dokter yang menangani, dan masyarakat juga mulai enggan berobat ke puskesmas ini. Dari itu, hari ini pegawai kami mendatangi Asisten II untuk meminta ditempatkan dokter di puskesmas kami," ujarnya.

Menyahuti keluhan pegawai itu, Asisten II Sekdakab Pidie Jaya, Jailani mengatakan akan mengupayakan penempatan dokter di Puskesmas Cubo.

"Nanti saya akan menjumpai kepala dinas kesehatan untuk membahas masalah ini, dan sama-sama mengupayakan dokter untuk puskesmas itu," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Said Abdullah yang dikonfirmasi AJNN via seluler mengatakan, Pidie Jaya saat ini masih membutuhkan beberapa dokter untuk ditempatkan di puskesmas-puskesmas dalam kabupaten setempat.

"Di Kabupaten Pidie Jaya masih kekurangan 26 doktor, dan kami sedang mengupayakan kekurangan itu," kata Said Abdullah.

Untuk Puskesmas Cubo, saat ini sudah ditempatkan seorang dokter bakti. Namun jika dokter tersebut jarang masuk, ia meminta kepada kepala puskesmas untuk melaporkan ke Dinas Kesehatan.

"Jika dokter bakti itu jarang masuk, kepala puskesmas harus melaporkan, dan ini berlaku untuk semua kepala puskesmas, bukan hanya kepada Kepala Puskesmas Cubo saja," tegasnya.

Lajutnya, hingga saat ini dinas kesehatan setempat terus berupaya memenuhi kebutuhan dokter di Pidie Jaya.

"Mencari dokter tidak semudah membalikkan telapak tangan, kalau ada dijual itu mudah untuk kita dapatkan. Tapi kita akan terus berupaya mendapatkan dokter untuk di tempatkan di seluruh Pidie Jaya," jelasnya.

Komentar

Loading...