Unduh Aplikasi

JURNALIS WARGA ACEH BARAT

Tak Ada Bidan, Polindes Seueubok Teungoh Tak Berfungsi

Tak Ada Bidan, Polindes Seueubok Teungoh Tak Berfungsi
ilustrasi

ACEH BARAT - Pondok Bersalin Desa (Polindes) Desa Seuneubok Teungoh, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, terbengkalai. Selama ini, tak ada bidan desa yang ditempatkan di pondok tersebut.

Rosmawar salah seorang warga Desa setempat mengatakan dirinya sangat menyesalkan terbengkalainya Polindes itu, bahkan tidak aktifnya Polindes tersebut membuat mereka terpaksa berobat ke Desa lain.

“Saya terpaksa membawa anak saya berobat ke Pustu Rimba Langgeh karena Polindes di sini tidak aktif. Untuk ke Rimba Langgeh terpaksa naik kendaraan, lokasinya jauh,” kata Rosmawar, Senin (1/5).

Untuk itu, Rosmawar berharap Dinas Kesehatan Aceh Barat atau Puskesmas Arongan Lambalek menempati seorang bidan di Polindes Desa itu, sehingga masyarakat yang hendak berobat tidak perlu jauh-jauh ke Desa lain.

Sementara itu Kepala Desa Seueneubok Teungoh, Arifin, mengatakan dirinya sudah pernah meminta kepada Kepala Puskesmas Arongan Lambalek agar menempati Bides di Polindes tersebut, namun hingga saat ini belum ada realisasi.

“Tahun 2016 lalu kita bahkan mengeluarkan honor untuk bidan dengan memasukkan nama mereka dalam daftar honor sebagai kader Posyandu tapi, apa boleh buat tidak ada juga yang mengaktifkan Polindes ini,” ujar Arifin.

Memang, kata dia, tahun sebelumnya Polindes di Desa itu pernah diaktifkan selama tiga bulan oleh seorang bidan bernama Vera, dengan jadwal buka 2 kali dalam seminggu namun dengan alasan pasien berobat kurang dan juga status lahan polindes dalam sengketa sang bidan minta pindah dari tugas dari desa tersebut.

Atas alasan itu, Arifin merasa kecewa lantaran menurutnya keberadaan Bides di Desa itu sangat penting untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi warga Desa nya.

Sedangkan Kepala Puskesmas Arongan Lambalek,Adnen, mengatakan ditinjau dari standar kesehatan nasional pembangunan polindes di Desa Seuneubok Teungoh selama ini tidak berdasarkan standar nasional kesehatan.

Menurutnya ditinjau dari keberadaan pusat layanan kesehatan, saat ini sudah ada dua Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa tetangga yang berjarak hanya sekitar setengah kilometer dari Seuneubok Teungoh.

“Setengah kilomete jarak pusat kesehatan dari Desa sudah memenuhi standar nasional, dan apabila ada warga Seuneubok Teungoh yang berobat masih bisa ke Pustu suak bidok relokasi maupun pustu rimba langgeh, karena Pustu di daerah itu selama ini selalu aktif.

Dirinya mengatakan jika dilihat dari standar kesehatan nasional satu orang tenaga kesehatan bertanggung jawab terhadap seratus pasien. Banyaknya Polindes dan Pustu di Kecamatan Arongan Lambalek semalam ini, ucap Adnen, lantaran dipengaruhi oleh faktor geografis desa yang jaraknya berjauhan namun dilihat dari jumlah penduduk hanya sedikit.

Melihat kondisi itu, Adnen berharap agar masyarakat Desa itu tidak mempermasalahkan dengan tidak aktifnya Polindes di Seuneubok Teungoh lantaran jarak layanan kesehatan tidak jauh dari Desa itu.

Penulis: Hilda Mariani/Rosita/Mardhatillah

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...