Unduh Aplikasi

Tahun Depan, Narasumber Berhak Tolak Diwawancarai Wartawan Tak Kompeten

Tahun Depan, Narasumber Berhak Tolak Diwawancarai Wartawan Tak Kompeten
Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman. Foto: Asrul

LANGSA - 2017 menjadi penanda baru dunia jurnalistik di Indonesia. Dewan Pers, lembaga yang membidangi persoalan jurnalistik di Indonesia, bakal mengeluarkan seruan tentang hak diwawancarai oleh wartawan.

“Tahun depan, narasumber berhak tolak diwawancarai wartawan yang tidak kompeten,” kata Tarmilin Usman, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh di sela-sela Konferensi I PWI Langsa, di Langsa, Rabu (30/11).

Uji kompetensi ini diberlakukan kepada seluruh profesi wartawan di Indonesia. Mereka yang dinyatakan lulus, kata Tarmilin, akan terpampang di pusat data Dewan Pers Nasional yang dapat diakses melalui jaringan internet.

Langkah tersebut perlu dilakukan sebagai upaya melahirkan wartawan profesional dalam menjalankan profesinya. Selain nama wartawan, Dewan Pers juga mengumumkan nama perusahaan pers yang terdata. Sehingga narasumber tak perlu takut menghadapi wartawan.

“Sepanjang seorang yang mengaku sebagai wartawan bekerja secara profesional dan terdata di Dewan Pers, maka narasumber tak perlu ragu melayani wartawan dan media yang benar-benar bekerja di bidang jurnalistik,” kata Tarmilin.

Tarmilin juga wartawan di Langsa meningkatkan kemampuan jurnalistik. Baik dari sisi mewawancarai, menulis hingga mengedit berita. Dengan demikian, akan muncul produk jurnalistik dari wartawan Langsa yang dinanti para pembaca setia mereka.

“Jangan jadi wartawan hanya untuk bisa “berjumpa” dengan wali kota dan kepala dinas saja,” kata Tarmilin.

Komentar

Loading...