Unduh Aplikasi

Tahun 2021 Pemerintah Bangun 500 Meter Tanggul Pemecah Ombak di Aceh Barat

Tahun 2021 Pemerintah Bangun 500 Meter Tanggul Pemecah Ombak di Aceh Barat
Anggota DPR-RI, Irmawan, Bupati Acrh Barat Ramli MS dan kepala BWS Wilayah I Sumatera mendengar keluhan warga pasir, di kantor desa setempat. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, Irmawan pastikan pembangunan tanggul penahan ombak di Aceh Barat yang berada di tiga desa yakni Suak Indrapuri, Pasir dan Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan akan dilanjutkan pada tahun 2021 mendatang.

Dikatakan Irmawan, pada tahun 2021 mendatang pembangunan lanjutan akan dilakukan kembali dengan panjang 500 meter, sedangkan pada tahun 2020 ini telah berhasil dibangun sepanjang 210 meter dari panjang keseluruhan 1,600 meter.

“Untuk melaksanakan pembangunan perlu proses. Rangkainnya mulai dari penyiapan DED (Detail Engenering Design-red). Dan semua telah kita lalui di tahun sebelumnya. Maka pada tahun ini telah kita bangun 210 meter, dan tahun 2021 kita pastikan akan dibangun 500 meter,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu, disela-sela melihat wilayah pantai Desa Pasir yang rusak akibat abrasi laut.

Dikatakannya, dengan dilaksanakan kembali pengerjaan sepanjang 500 meter nantinya maka jumlah yang akan terbangun sepanjang 700 meter, sehingga sisanya sekitar 900 meter untuk kegiatan selanjutanya.

Irmawan menjelaskan dirinya akan terus memperjuangkan anggaran pembangun tanggul bagi warga tiga desa di wilayah pesisir itu, melihat kondisi warga yang samakin terdesak akibat pasang purnama hingga tanggul tersebut selesai dibangun.

Lebih lanjut, Irmawan mengatakan, menjelaskan pembangunan tanggul tersebut ditargetkan baru akan selesai dikerjakan pada tahun 2023, hal ini disebabkan Pemerintah saat ini kekurangan anggaran, lantaran wabah pandemi CoronaVirus Disease (Covid-19).

“Kalau pandemi Covid-19 ini selesai tahun 2021 maka akan kita maksimalkan anggaran tahun 2022. Tapi kalau misalnya nanti tidak bisa karena Pandemi maka penyelsaiannya bisa jadi tahun 2023,,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Balai Wilayah Sungai I Sumatera, Djaya Soekarno menyebutkan Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia mengatakan dibawah BWS Wilayah I Sumatera telah melakukan pembangunan tanggul di wilayah pesisir pantai Aceh Barat sejak tahun 2014 lalu.

Dikatakannya pembangunan tanggul penahan ombak, oleh BWS selama ini secara keselruhan telah dilakukan sepanjang 2,400 meter, dan akan dilanjut pada tahun 2021 sepanjang 500 meter.

“Kami dari Balai Wilayah Sungai satu Sumatera yang ada di Aceh, sejak tahun 2014 lalu telah membangun 2,400 meter tanggul eks BRR (Badan Rehabilitasi Dan Rekontruksi-red),” kata Djaya Soekarno.

Djaya menyebutkan, pihak Kementerian PUPR sangat berkomitmen dalam membangun insfrastruktur di Aceh Barat.

Komitmen itu, kata dia, salah satunya adalah pembangunan irigasi Lhok Guci, yang akan mengaliri 12000 hektar swah di Aceh Barat, dan baru-baru ini telah mengaliri 400 hektar dari ujicoba tahap awal.  

Dalam kesempatan itu , Djaya memastikan pembangunan tanggul yang dilakukan oleh Kementerian PUPR tersebut sangat kokoh.

“Bisa lihat sendiri produk yang kita bangun di tahun 2015 masih kokoh masih kuat. Dan yang kita bangun di kampung pasir ini lebih stabil lagi, karena kita dalam proses pengerjaannya itu semua pasir yang ada dibagian kaki reverment itu kita gali sampai tiga meter lalu kita pasang core batu gajah, kemudian kita amorleat tetraport,” ungkapnya.

Dalam kunjungan ke lokasi tersebut hadir Bupati Aceh Barat, Ramli MS, Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Kurdi, serta pegawai dari BWS Wilayah I Sumatera.

Komentar

Loading...