Unduh Aplikasi

Habiskan Rp 32 Miliar, Desa Kumuh di Banda Aceh Dirubah Jadi Desa Wisata

Habiskan Rp 32 Miliar, Desa Kumuh di Banda Aceh Dirubah Jadi Desa Wisata
Peresmian penataan infrastruktur lingkungan kumuh Kotaku tahun 2018 untuk 35 gampong di Banda Aceh. Foto: Ist

BANDA ACEH - Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Banda Aceh tahun 2018 telah diselesaikan pengerjaannya. Seluruh infrastruktur yang dibangun dengan dana dari APBN, dalam hal ini Dirjen Cipta Karya telah dirampungkan di seluruh Banda Aceh.

Sebanyak Rp 38,2 miliar dihabiskan untuk merubah gampong kumuh itu. Hasilnya 35 gampong sudah disulap menjadi desa wisata. Termasuk di Gampong Lhong Cut, Kecamatan Banda Raya. Di gampong ini, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meresmikan penataan infrastruktur lingkungan kumuh Kotaku tahun 2018 untuk 35 gampong di Banda Aceh.

Bertempat di Menasah Gampong Lhong Cut, Kamis (14/2), Aminullah meresmikan program ini dan menandatangani prasasti. Saat menandatangani prasasti ini, Wali Kota turut didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Bachtiar, Kepala Dinas Perkim, Jalaluddin, Wakil Pimpinan KPO Bank Aceh Syariah, Sekdis Perkim, Rosdi, Camat Banda Raya, Reza Kamilin, Ketua Forum Badan Keswadayaan (BKM) Banda Aceh, Amiruddin Daroy, Kasatker PIP Kota, Muhammad Siswanto, para Koordinator KSM dan Sekdes Gampong Lhong Cut, Hasbi Hasyim serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Kata Aminullah, hingga saat ini sudah Rp 38,2 miliar anggaran dari pusat untuk penataan kawasan kumuh di Banda Aceh lewat program Kotaku. Anggaran tersebut tersebar di 35 gampong di Banda Aceh dan dikerjakan oleh masyarakat setempat dengan sistem swakelola.

“Seperti Lhong Cut, anggarannya mencapai Rp 1,5 miliar. Yang sudah dibangun ada drainase, jalan dan taman ini,” ujar Aminullah setelah memotong pita meresmikan taman yang baru di gampong tersebut.

Lanjutnya, program ini telah merubah sejumlah wajah-wajah gampong di Banda Aceh menjadi bersih, indah dan nyaman. Dampaknya benar benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Lokasi jalan dan taman ini dulunya kumuh, kata warga disini tempat bersarang nyamuk. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah bersih, rapi dan jadi lokasi yang menyenangkan bagi warga. Lingkungan pun jadi bersih dan warga jauh dari penyakit,” kata Aminullah.

Ungkap Wali Kota, program ini belum selesai dan akan terus berlanjut pada tahun ini karena kawasan lain di Banda Aceh yang dinilai masih kumuh juga akan ditangani dengan program ini.

“Target kita tahun ini sisanya akan selesai, dan awal tahun 2020 Insyaallah Kota Banda Aceh bebas dari kawasan kumuh,” ujar Aminullah.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...