Unduh Aplikasi

Tahun 2019 Kasus Perceraian di Pidie Jaya Meningkat

Tahun 2019 Kasus Perceraian di Pidie Jaya Meningkat
Ilustrasi. Foto: Net

PIDIE JAYA - Mahkamah Syariah Kabupaten Pidie Jaya, hingga Oktober 2019 mencatat 198 kasus perceraian di kabupaten tersebut. Angka itu meningkat jika dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Mahkamah Syariah setempat dalam tiga tahun terakhir mencatat angka perceraain di Pidie Jaya sebanyak 499 kasus.

Pada tahun 2017 dan 2018, angka perceraian yang ditangani Mahkamah Syariah Pidie Jaya sebanyak 301 kasus, masing-masing 151 kasus di tahun 2017,dan 150 kasus pada tahun 2018.

Angka tersebut didominasi oleh istri menggugat cerai suami. Dengan rincian pada tahun 2017 dan tahun 2018, 212 istri menggugat cerai suami, sedangkan suami yang menceraikan istri sebanyak 89 kasus.

Sementara hingga Oktober 2019, suami menalak istri sebanyak 75 kasus, sebaliknya, istri menggugat cerai sebanyak 123 kasus.

"Tiap tahunnya, angka perceraian di Pidie Jaya didominasi oleh istri menggugat cerai suami," kata Panitera Mahkama Syariah Pidie Jaya, Badriah kepada wartawan, Kamis (3/10).

Penceraian di Pidie Jaya, lanjutnya, dimotori faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, serta perselingkuhan.

"Berbagai faktor, antara lain, faktor ekonomi, KDRT, dan lainnya. Penceraian juga didominan oleh usia yang masih muda, antara usia 25 tahun hingga usia 32 tahun," jelasnya.

 

Komentar

Loading...