Unduh Aplikasi

Tahun 2015, LHKP Abdya kembangkan mangrove

Tahun 2015, LHKP Abdya kembangkan mangrove
Kepala Badan LHKP Abdya, Foto: Rahmat/AJNN
ACEH BARAT DAYA – Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertanaman (LHKP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada tahun 2015 mendatang memprogramkan penghijauan dengan berbagai tananaman di sejumlah bibir muara yang kini sudah mulai terlihat abrasi.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga garis pantai agar tetap terjaga dengan baik, bebas dari ancaman abrasi.

“Insya Allah pada tahun 2015 mendatang, program tanam ini akan kita jalankan sesuai arahan Bapak bupati Abdya, bibir muara yang sudah terlihat mulai abrasi akan kita tanami pohon Mangrove, ketapang, Waru laut dan pohon-pohon lainnya” kata Kepala LHKP Abdya Indra Sukma kepada AJNN, Jum'at (5/12) kemarin.

Menurut Indra Sukma, jenis-jenis pohon yang akan ditanami disejumlah bibir muara tersebut, selain dapat mengatasi abrasi dengan akar-akarnya yang kokoh juga dapat berkembang biaknya ikan air tawar. Manfaat tanaman mangrove ini pun juga dapat dirasakan oleh masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir pantai.

Betapa tidak, pohon-pohon mangrove yang tumbuh di bibir muara atau sungai dapat mengatasi naiknya air banjir rob ke rumah penduduk yang bermukim diwilayah pesisir pantai.

Apalagi sejumlah wilayah pesisir pantai di Abdya selama ini sudah menjadi langanan banjir rob, seperti di Gampong Ujong Tanah, Kecamatan Setia, dan Gampong Rubek Meupayong Kecamatan Susoh.

Menurut dia, sering meluapnya air banjir rob kerumah penduduk tersebut akibat terjadinya bibir sungai abrasi. Sementara pohon-pohon yang tumbuh dipinggiran sungai muara kini pun semakin minim, sehingga pada saat terjadinya musim pasang surut pingiran muara bertambah terkikis dan air pun menguap kerumah kependuduk.

“Makanya kita programkan tanaman Mangrove ini dibibir muara ataupun sungai. Karena pohon yang satu ini dapat mengatasi banjir rob yang melanda penduduk dengan ditumbuhi pohon mangrove dibibir muara dapat mengatasi air banjir rob yang selama ini sering mengenangi rumah warga dipesisir pantai," ujarnya.

Selain dari program penghijauan, LHKP Abdya pada tahun depan juga akan menuntaskan pembangunan tanaman kota, yaitu ruang terbuka hijau (RTH) yang berlokasi di Kota Blangpidie. “ RTH yang kita rencanakan nantinya menanam pohon diperkotaan, jalan dua jalur dan di lokasi wisata yang berdekatan dengan sungai dan pantai,” katanya.

Pihaknya juga akan meningkatkan tentang pengelolaan sampah yang sebelumnya rentan dengan masalah. LHKP Abdya berusaha keras mengatasinya, salah satu caranya dengan menyulap sampah-sampah itu menjadi pupuk kompos.

“LHKP sudah memiliki alat kelengkapan pengolahan pupuk kompos yang ditempatkan dikawasan tempat pembuangan akhir sampah di Gampong Iku Lhung. Sampah-sampah itu nantinya kita sulap menjadi pupuk kompos,” kata kepala Badan LHKP ini.

Agar tercapainya tiga program tersebut, ternyata badan yang satu ini sudah memprogramkan anggarannya melalui sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp. 1, 3 milyar lebih. Anggaran sebesar itu nantinya selain untuk mensukseskan program lingkungan hidup serta pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos, juga dilakukan pengadaan tong sampah yang akan ditempatkan di seluruh kabupaten Abdya.

“Alhamdulillah, dana tersebut sudah diplotkan oleh pusat melalui APBN 2015. Setelah pengesahan Anggaran nanti program itu segera kita sukseskan, dan anggaran tersebut kita peruntukan sesuai mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan oleh pihak Jakarta,” ujarnya.

RAHMAT/SUPRIAN

Komentar

Loading...