Unduh Aplikasi

Tahu DPRA Sidak, Alat Pertanian di UPTD Distanbun Aceh Buru-buru Disalurkan

Tahu DPRA Sidak, Alat Pertanian di UPTD Distanbun Aceh Buru-buru Disalurkan
Foto: Ist

BANDA ACEH - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke UPTD Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh di kawasan Indrapuri Aceh Besar, Kamis (16/4) kemarin.

Sidak itu dilakukan karena adanya kabar penumpukan seratusan alat mesin pertanian berupa traktor dan hendraktor di UPTD tersebut. Mesin itu seharusnya sudah diserahkan kepada masyarakat di kabupaten se-Aceh.

Namun, setibanya anggota Komisi II DPRA ke lokasi, ternyata alat-alat pertanian tersebut baru dikirimkan ke daerah sehari sebelumnya. Diduga, pengiriman secara mendadak itu karena pihak UPTD sudah mengetahui kedatangan para wakil rakyat itu.

Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir mengatakan, ketika mereka tiba di lokasi, alat pertanian yang menumpuk dan sempat viral itu ternyata baru dikirim ke daerah dua hari lalu, karena takut persoalan panjang, sehingga UPTD mengambil inisiatif langsung mengirimkannya.

Karena, kata Irpannusir, Komisi II awalnya sudah merencanakan kunjungan sejak pekan lalu. Namun, pihak UPTD menolaknya dengan alasan belum ada waktu.

"Sampai Komisi II ke lokasi, sudah diberangkatkan alat pertanian tersebut sore hari sebelumnya ke daerah. Dulu, pihak UPTD tidak bersedia menerima karena alasan tidak ada waktu," kata Irpannusir saat dikonfirmasi AJNN, Jumat (17/4).

Irpannusir menyampaikan, saat pihaknya mempertanyakan alasan baru dikirim dalam dua hari ini, pegawai UPTD mengaku karena sudah viral dan mendengar kabar rencana sidak anggota DPRA.

"Kami tanya kenapa dikirim. Dijawab karena sudah viral itu pak, dan dengar kabar DPRA mau sidak, karena itu kami kirim terus pak," tutur Irpannusir mengulangi percakapannya dengan petugas UPTD.

Selain itu, lanjut Irpannusir, pihak UPTD juga berasalan, keterlambatan penyaluran mesin pertanian itu karena faktor telatnya pengesahan APBA 2019. Sehingga berdampak pada waktu pembelian serta proses lainnya. Ditambah lagi karena pandemi Covid-19.

"Jadi, tidak boleh ada penumpukan alat-alat pertanian itu, apapun alasannya, jangan menjadikan masalah Covid-19 untuk melegalkan yang salah, masyarakat membutuhkan alat itu," tegasnya.

Irpannusir mengaku sangat kecewa alat itu sudah langsung dikirim, padahal mereka ingin melihat apakah alat-alat pertanian itu sudah sesuai spek yang direncanakan atau tidak.

"Kita sayangkan tidak bisa lihat lagi keadaan hendraktor dan traktor itu. Apakah sesuai spek atau bagaimana," ungkap politikus PAN itu.

Irpannusir menyebutkan, pembelian alat-alat pertanian tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 18 miliar yang bersumber dari APBA tahun anggaran 2019. Dibeli sebanyak 143 unit (kapasitas kecil) dan 84 unit dengan kapasitas besar.

"Bersumber dari APBA 2019 itu, anggarannya lebih kurang Rp 18 miliar," sebutnya.

Irpannusir juga mengatakan, alat-alat pertanian yang menumpuk saat ini di UPTD itu bukan lagi mesin baru, karena memang sudah disalurkan sejak dua hari lalu. Tetapi barang yang ditarik dari daerah untuk perbaikan.

"Kalau yang menumpuk sekarang itu punya yang sudah KSO di daerah, ditarik kembali, dan ditumpuk di UPTD untuk diperbaiki," ucapnya.

Karena itu, Irpannusir meminta pemerintah Aceh harus proaktif, ketika barang sudah sampai maka harus segera diberikan, jangan ditunggu masyarakat meminta baru kemudian disalurkan. Apalagi Aceh merupakan daerah pertanian, jadi masalah seperti ini jangan disepelekan.

Dalam waktu dekat, lanjut Irpannusir, Komisi II akan segera memanggil dinas terkait dalam hal ini Distanbun guna meminta klarifikasi secara jelas alasan keterlambatan penyaluran alat tersebut, serta juga mengenai speknya.

Irpannusir menegaskan, kunjungan dewan itu bukan karena ingin mencari kesalahan eksekutif. Tetapi hanya menjalankan tugas dan fungsi legislatif sebagai pengawas penggunaan uang rakyat.

"Kita bukan mencari kesalahan, tapi mengawasi sesuai tugas DPRA, uang rakyat itu kemana dimanfaatkan, apakah sudah sesuai atau tidak, itu yang penting. Jangankan yang salah, yang benar saja kita awasi," tutur Irpannusir.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...