Unduh Aplikasi

Tagore Sempat Dimintai Keterangan Soal Dugaan Pelanggaran HAM di Timang Gajah

Tagore Sempat Dimintai Keterangan Soal Dugaan Pelanggaran HAM di Timang Gajah
Tagore Abubakar. Foto: Lintas Gayo

BANDA ACEH - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM) telah memanggil Muzakir Manaf, untuk diperiksa terkait kasus dugaan pelanggaran HAM berat di Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah, pada Senin (7/10) lalu. Pemanggilan ini berdasarkan surat panggilan nomor 258/SP_Aceh/IX/2019 tanggal 23 September 2019.

Informasi yang diperoleh AJNN, selain Mualem-sapaan Muzakir Manaf- kabarnya Irwandi Yusuf, dan beberapa nama lainnya termasuk mantan Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah periode 1999-2004, Tagore Abu Bakar, juga pernah dimintai keterangannya terkait beberapa pertanyaan atas kasus yang terjadi saat konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia.

Baca: Muzakir Manaf Dipanggil Komnas HAM atas Dugaan Pelanggaran HAM Berat

"Ya pernah dimintai keterangan atas hal itu. Udah lama, sekitar Bulan Mei 2019," ungkap Tagore Abu Bakar diawal pembicaraan dengan AJNN, Senin (14/10).

Kata Tagore, saat kasus itu terjadi, Kecamatan Timang Gajah masih tergabung dalam Kabupaten Aceh Tengah. Baru setelah tahun 2004, Kecamatan Timang Gajah menjadi bagian dari Kabupaten Bener Meriah, hasil pemekaran dari kabupaten induk Aceh Tengah.

"Tapi sebenarnya pada tahun 2001-2004, Bener Meriah itu belum ada. Waktu itu Timang Gajah masih merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah," katanya.

Menurutnya, pemanggilan dirinya itu berkaitan dengan kapasitas dirinya saat itu sebagai Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah. Materi yang ditanyakan pihak Komnas HAM sendiri, menyangkut dengan kasus pembakaran rumah, kasus pengusiran orang-orang dari kebun, kasus pembunuhan serta kasus pengungsian yang terjadi.

Berdasarkan catatan yang dimilikinya, saat itu korban jiwa dari warga sipil jumlahnya sekitar 400 orang. Dari total itu, 90 persen lebih korban jiwa berasal dari suku Jawa. Saat konflik berkecamuk, masyarakat dari berbagai suku yang ada di Aceh Tengah bahkan sampai mengungsi di Gedung DPRK setempat.

Baca: Datangi KPK, Komnas HAM Periksa Irwandi Yusuf soal Pelanggaran HAM di Aceh

"Jadi meliputi tugas saya juga. Mereka tanya tentang kejadian itu, saya ceritakan seperti yang saya tau. (Korbannya) terutama orang-orang Jawa yang pada saat itu (disana), oleh Gerakan Aceh Merdeka. Karena saat itu orang Jawa kan dianggap sebagai penjajah," jelasnya.

Sepengetahuan mantan Anggota DPR-RI perwakilan Provinsi Aceh ini, pihak dari Komnas HAM sudah melakukan investigasi terkait kasus dugaan pelanggaran HAM berat di Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, sekitar Juli 2019 lalu.

Kemudian, berdasarkan fakta-fakta di lapangan, Komnas HAM masih banyak menemukan rumah korban konflik yang pernah dibakar, namun belum dibangun kembali. Lalu, mereka juga melakukan investigasi terhadap beberapa hal-hal yang juga memiliki kaitan dengan kasus dugaan pelanggaran HAM di masa lalu tersebut.

"Menurut mereka memang telah terjadi pelanggaran HAM di sana. Saya berharap Komnas HAM itu dapat menyampaikan kepada Presiden terkait dampak dari perang saudara yang terjadi, seperti rumah korban konflik yang hingga kini belum kunjung dibangun," terangnya.

"Artinya penanganan korban konflik ini dulu yang seharusnya diutamakan. Terkait masalah (HAM) masa lalu itu sebaiknya tidak usahlah diungkit lagi. Cukup menjadi presden buruk yang tidak perlu terulang kembali," pungkasnya.

Komentar

Loading...