Unduh Aplikasi

TAA: Kami Hentikan Pengerjaan Bongkar Muat di Pelabuhan Calang Karena Tak Sesuai MoU

TAA: Kami Hentikan Pengerjaan Bongkar Muat di Pelabuhan Calang Karena Tak Sesuai MoU
Para pekerja sedang bongkar Equepment Pembangunan PLTU Nagan Raya dari Kapal MV. Easy Prosperity di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya. Foto: For AJNN.

ACEH JAYA - PT. Tuah Aneuk Aceh Jaya (TAA) mengakui jika pihaknya sempat menghentikan pengerjaan bongkar muat Equepment Pembangunan PLTU Nagan Raya di Pelabuhan Calang, Desa Bahagia, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya pada Kamis siang (7/1).

Menurutnya, penghentian pengerjaan bongkar muat di Pelabuhan Calang tersebut dilakukan karena pihak PT.Indonesia Ocean Truck (IOT) tidak mengindahkan Perjanjian Kesepahaman Bersama atau MoU antara pihak PT. Tuah Aneuk Aceh Jaya dengan pihak PT. Kembang Raya Sejati yang disetujui oleh pihak Forkopimda Aceh Jaya pada tanggal 5 November tahun 2020.

Baca:  Bongkar Muat Equepment Pembangunan PLTU Nagan Raya Terhenti, Ini Penjelasan IOT

"Kita hentikan karena pihak PT. Kembang Raya Sejati sudah melanggar MoU dan pihak IOT tidak mengindahkan MoU yang sudah ditandatangi bersama pihak Forkopimda terkait kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Calang," kata Direktur PT. Tuah Aneuk Aceh Jaya, M.Nazaruddin kepada AJNN, Kamis (7/1).

Katanya, dalam butir kedua MoU tersebut sudah jelas disebutkan bahwa, dalam pelaksanaan pengerjaan kegiatan bongkar muat dipelabuhan Calang akan dibagikan secara adil dan merata dengan sistem selang satu kapal.

Artinya, kapal pertama masuk akan dikerjakan oleh pihak PT. Kembang Raya Sejati dan kapal kedua akan dikerjakan oleh PT. Tuah Aneuk Aceh Jaya sampai seterusnya dengan sistem selang satu kapal.

Selanjutnya, pada saat melakukan pengajuan penawaran harga harus saling kompromi agar tidak saling memotong harga, dan kedua perusahaan harus terwakili saat melakukan negosiasi.

"Jadi atas dasar itulah kami minta pengerjaan bongkar muat di Pelabuhan Calang untuk dihentikan," ungkap Gam Maklima sapaan akrab M.Nazaruddin.

"Karena, sesuai perjanjian di MoU kapal yang sekarang ini kami yang kerjakan, karena sebelumnya juga sudah dikerjakan oleh pihak PT. Kembang Raya Sejati, nanti kapal berikutnya baru mereka yang kerjakan lagi, kalau sesuai MoU seperti itu," pungkasnya.

Komentar

Loading...