SOSOK PILIHAN 2021

Syardani M Syarif alias Tengku Jamaika, Dari Jalur Gerilya ke Jalur Dagang

Syardani M Syarif alias Tengku Jamaika, Dari Jalur Gerilya ke Jalur Dagang
Ilustrasi: AJNN.net.

Syardani berharap ada langkah-langkah nyata dari pemerintah untuk memanusiakan manusia Aceh. Pergerakannya dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana: menolong orang lain.

PERLU waktu berpekan-pekan bagi Syardani untuk bertemu dengan Abu Sayed Adnan. Nama pertama adalah mahasiswa semester empat studi pendidikan kimia di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Syiah Kuala. Nama kedua adalah seorang Gubernur Gerakan Aceh Merdeka Wilayah Pasee. Syardani merasa harus bertemu dengan Abu Sayed setelah melihat bentuk selebaran Maklumat GAM, yang dilihatnya saat pulang kampungnya di Sampoenit, Aceh Utara, ditulis dengan mesin ketik. 

“Saya berharap dapat mengajarkan mereka menggunakan komputer. Bagaimana mau memerdekakan Aceh sedangkan mengetik surat masih pakai mesin ketik,” kata Syardani mengenang peristiwa 20 tahun lalu, Kamis, 16 September 2021. 

Awalnya, dia beranggapan GAM tidak punya uang untuk membeli komputer. Namun dia meragukan hipotesis yang disusunnya sendiri karena GAM mampu membeli senjata api yang harganya lebih mahal dari seperangkat komputer dan distributor senjata tidak membuka toko di Banda Aceh atau ibu kota daerah. Tidak mungkin mereka tak bisa membeli komputer. 

Hipotesis kedua, karena tidak ada anggota GAM di Aceh Utara yang bisa mengoperasikan komputer. Sedangkan dugaan ketiga, GAM tidak punya komputer dan tidak ada operator yang bisa menjalankan alat itu. Sementara Sarjani berpandangan GAM perlu menguasai teknologi baru ini apalagi administrasi kecamatan dan gampong, saat itu di beberapa daerah, dikuasai oleh GAM. Perintah negara hanya berlaku hingga level bupati. 

Pertemuan yang diharapkan itu akhirnya terwujud atas inisiasi seorang teman. Syahdan, pada suatu hari, Syardani dijemput menggunakan sepeda motor Megapro oleh seorang teman. Dia diantar ke Pendopo, rumah biasa yang menjadi kediaman Abu Sayed. Lokasi itu tak jauh dari rumah Syardani di Sampoenit, Aceh Utara. 

Baca Selanjutnya...
Editor:

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini