Unduh Aplikasi

Susunan Fraksi PNA Tak Diumumkan, Tiyong dan Reza Fahlevi Kirani Berang

Susunan Fraksi PNA Tak Diumumkan, Tiyong dan Reza Fahlevi Kirani Berang
Rapat Paripurna DPRA pengumuman pembentukan fraksi-fraksi DPRA dan usul penetapan calon pimpinan DPRA Definitif. Foto: AJNN.Net/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah melaksanakan paripurna pengumuman pimpinan dan anggota fraksi DPRA 2019-2024, Senin (14/10). 

Sidang paripurna dipimpin langsung Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin dan Wakil Ketua Dalimi.

Namun, hanya Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA) tidak diumumkan siapa ketua dan anggotanya karena masih terjadinya konflik internal atau dualisme kepemimpinan. 

Pasalnya kedua kubu tersebut mengajukan surat ke DPRA. Atas adanya dua surat itu, sehingga tidak diumumkan sususna pengurus Fraksi PNA.

Karena tidak diumumkan, anggota DPRA dari PNA yakni Samsul Bahri alias Tiyong dan Reza Fahlevi Kirani berang. Sontak mereka menyampaikan interupsi saat Sekwan hendak membacakan keputusan dewan tentang pimpinan DPRA. 

Tiyong mempertanyakan alasan kenapa struktural Fraksi PNA tidak umumkan dalam sidang paripurna tersebut. Padahal, para anggota DPRA dari partainya hadir dalam rapat itu. 

"Ketua sementara DPRA, ketika membacakan nama-nama fraksi dan anggota setiap partai tidak disebutkan anggota DPRA yang dari PNA. Sementara kami ada enam orang dari PNA. Pertanyaan kami, apakah anggota DPRA dari PNA yang dilantik  sama-sama kemarin tidak dianggap ada di DPRA ini," tanya Tiyong. 

Ketua Sementara, Dahlan menjawab dengan santai pertanyaan Tiyong. Ia menjelaskan kalau ada dua surat masuk yang diterima dari PNA, bahkan dua- duanya bertindak sesuai dengan legalitas sesuai dari Kemenkumham, dimana satu surat diteken Irwandi Yusuf, sebagai Ketua Umum PNA dan satu surat diteken Samsul Bahri, juga sebagai Ketua Umum PNA.

"Kapasitas kami sebagai pimpinan sementara, dan kami tidak mau lebih jauh ke internal parpol, kami mohon maaf tidak mengumumkan fraksi PNA, tapi sebagaimana juga sudah memfasilitas PNA salah satu partai, cuma halnya PNA belum kami umumkan susunan fraksinya," ujarnya.

Mendengar jawaban Dahlan, giliran rekan Tiyong, Reza Fahlevi Kirani yang  menyampaikan interupsi.

Dalam interupsi, Fahlevi menuturkan bahwa fraksi merupakan perpanjangan tangan partai di DPRA. Ketika ada masalah internal terkait dualisme, dirinya meminta dilakukan voting sesama anggota dewan dari PNA yang hadir dalam paripurna tersebut. 

"Kita voting saja di internal PNA yang hadir disini, mana yang lebih banyak itu yang diakui oleh DPRA, saya pikir itu lebih bijak dan lebih arif dalam hal ini," pinta Fahlevi. 

Menjawab interupsi Fahlevi, Dahlan tetap bersikukuh pada jawaban awal bahwa tidak akan mengumumkan susunan Fraksi PNA dalam rapat paripurna tersebut.

Ia kembali menegaskan dirinya saat ini sebagai pimpinan DPRA sementara, hanya memfasilitasi terbentuknya fraksi-fraksi. Langkah itu sudah dilakukan sejak pekan lalu dan telah disampaikan ke pihak partai politik. 

Karena itu, mereka tidak mau lebih jauh masuk dalam ranah partai politik. Serta meminta maaf atas penundaan pengumuman struktural Fraksi PNA. 

"Tapi sesuai dengan pelantikan pengambilan sumpah anggota DPRA, Sekwan telah memfasilitasi dan menyiapkan PNA sebagai salah satu Fraksi, tetapi belum kami umumkan susunab fraksinya," ujar Dahlan. 

Atas jawaban Dahlan itu, Tiyong kembali interupsi, dengan mengusulkan agar anggota DPRA dari PNA untuk masuk ke fraksi lain apabila tidak adanya pengumuman susunan Fraksi PNA.

Tak sampai disitu, Fahlevi juga kembali interupsi yang kedua kalinya. Ia mempertanyakan apabila Fraksi PNA tidak terbentuk, maka siapa anggota Fraksi PNA yang masuk dalam pembahasan tata tertib dewan (tatib) kedepan.

"Artinya kami absen, makanya harus jelas, kalau malam ini tidak jelas, maka dipastikan PNA akan absen di pembahasan tatib," tegasnya.

Dahlan tak menggubris usulan dari Tiyong dan Fahlevi Kirani, ia tetap melanjutkan sidang paripurna itu sampai dengan selesai.

Dengan begitu, hingga kini Fraksi PNA belum memiliki susunan pengurus akibat konflik dualisme itu.

Dalam paripurna itu, Darwati A Gani tidak terlihat hadir. Selain Darwati, ada beberapa anggota dewan lainnya yang tidak hadir rapat paripurna perdana itu.

Komentar

Loading...