Unduh Aplikasi

Survey Januari: Tiga Besar Parpol, PDIP, Golkar dan Demokrat

Survey Januari: Tiga Besar Parpol, PDIP, Golkar dan Demokrat
Foto: Ist

JAKARTA - Indonesia Development Monitoring (IDM) kembali merilis hasil jajak pendapat (Survei) nasional terkait sikap masyarakat terhadap partai politik dan pemerintah selama pandemi Covid-19 serta dampak Covid-19 terhadap kehidupan masyarakat.

Dari hasil survei pilihan terhadap 9 Partai politik (Parpol) yang memiliki kursi di DPR RI yaitu PDIP, Golkar, Demokrat, PKB, PKS, NasDem dan PPP. Ternyata dari 1.650 responden, sebanyak 18,2 persen memilih PDIP jika Pemilu dilakukan hari ini.

Sedangkan 18,1 persen akan memilih partai Golkar , 14,2 persen akan memilih Partai Demokrat, 9,7 persen akan memilih PKB dan sebanyak 7,7 persen akan memilih PKS. Selain itu 6,4 persen responden akan memilih Nasdem, 5,9 persen akan memilih GERINDRA,  3,1 persen memilih PAN  dan sebanyak 1,9 memilih PPP. Sedangkan 5,2 persen akan memilih partai lainnya dan sebanyak 9,6 persen tidak memilih 

Selanjutnya, tanpa menyebutkan nama nama parpol kepada 1650 responden, ketika ditanya parpol mana yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini ? Maka jawaban atau pilihan 1650 responden tersebut yaitu;

Sebanyak 16,7 persen memilih PDIP, 16,1 persen memilih partai Golkar, 11,6 persen memilih Partai Demokrat, 8,9 persen memilih PKB, 6,6 memilih PKS dan 6,2 persen memilih NasDem.

Selanjutnya 5,2 persen Gerindra, 2,3 persen memilih PSI, 2,1 persen memilih PAN, 2,1 persen memilih PPP, 1,4 persen memilih HANURA, sebanyak 1,1 persen memilih partai Gelora, 1,1 persen memilih PBB dan sebanyak 0,7 persen memilih PKPI.

Selain itu sebanyak 0,7 persen memilih Perindo, 0,2 persen memilih Partai Garuda, 0,2 persen memilih partai Berkarya dan tidak memberikan pilihan sebanyak 16,8 persen.

Direktur Eksekutive IDM, Tri Permadi dalam rilis yang disampaikan kepada AJNN, Minggu (31/1/2021) mengungkapkan bahwa survei nasional IDM ini dilakukan melalui wawancara per telepon kepada 1.650 responden yang dipilih secara acak (random). Margin of error survei diperkirakan +/-2.44%, dengan Tingkat Kepercayaan 95%. Responden tersebar secara proposional di 34 Provinsi.

Responden terpilih adalah Responden yang sudah berumur lebih dari 17 Tahun, secara kriteria demographi responden yang tinggal di perkotaan 58,1 persen dan di pedesaan 41,9 persen.

Berdasarkan  aktivitas responden sehari hari sebanyak 41,8 persen merupakan pekerja di sektor formal & informal baik di Swasta, BUMN maupun ASN. Sebanyak 29,8 persen merupakan ibu rumah tangga, sebanyak 17,2 persen merupakan pelaku usaha atau pemilik usaha, dan 11,2 persen merupakan mahasiswa, pencari kerja, dan lain lain.

Sementara terkait masalah pengelolaan pemerintahan yang bersih di masa Covid , dari hasil survei didapati bahwa 63,8 persen responden menyatakan pemerintahan Joko Widodo tidak dikelola secara clean Goverment, sebanyak 20,8 persen menyatakan pemerintahan sudah dikelola secara clean goverment dan sebanyak 15,4 persen responden tidak memberikan pernyataan 

Dari survei diketahui juga bahwa sebanyak 69,2 persen penyelewengan dan korupsi uang negara, pungli dilakukan oleh kader dan politisi parpol. Sebanyak 30,8 persen responden menyatakan penyelewengan uang negara, pungli dan korupsi dilakukan oleh aparatur sipil negara serta aparat penegak hukum.

Terkait stabilitas politik di era pemerintahan Jokowi- Ma'ruf 60,7 persen responden menyatakan dukungan politik untuk pemerintah dari parpol sangat kuat dan stabil. Lalu sebanyak 30,1 persen dukungan politik oleh parpol pada pemerintahan Jokowi - Maruf sangat lemah, dan sebanyak 9,2 persen tidak memberikan pernyataan. 

Dari pertanyaan kepada responden tentang pendapat responden terhadap dukungan parpol terhadap pemerintahan Jokowi-Maruf dari survei diketahui bahwa tingkat dukungan parpol di parlemen yang paling tinggi dukungannya kepada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf menurut 1650 responden adalah Partai Golkar dinilai 96,7 persen sangat mendukung program program pemerintahan Jokowi-Maruf, PDI Perjuangan 90,8 persen, PKB 87,7 persen, Nasdem 86,8 persen, PPP 80,7 persen, Gerindra 48,6 persen , Partai Demokrat 30,7 persen, PAN 30,5 persen dan PKS 29,7 persen

Respon terkait Covid-19

Terkait dampak Covid-19, sebanyak 88,9 persen responden menyatakan dampak Pandemik Covid sangat mempengaruhi kehidupan dan aktivitas masyarakat, dan sebanyak 11,1 persen menyatakan tidak begitu berdampak terhadap kegiatan dan aktivitasnya. 

Sebanyak 66,8 persen responden menyatakan akibat dampak Covid 19 pendapatan ekonomi keluarga mereka menurun hingga 50 % lebih dibanding sebelum adanya dampak Covid-19, 29,6 persen mengaku pendapatan mereka menurun hingga 25-40 persen, dan sebanyak 3,6 persen menyatakan pendapatan ekonomi keluarga turun dibawah 25 persen.

Dari hasil survei menunjukan bahwa sejak pandemi, menyebabkan daya beli masyarakat juga terpantau begitu rendah. Selain itu juga dikarenakan tidak bisa memiliki banyak kesempatan untuk bergerak, masyarakat juga memiliki keterbatasan dana untuk dibelanjakan.

Rendahnya permintaan ini kemudian menyebabkan munculnya deflasi atau penurunan harga-harga barang di pasaran. Bahkan, banyak produsen yang menawarkan harga diskon hanya demi menghabiskan stok.

Namun dari hasil survei didapati bahwa sebanyak 81,9 persen responden percaya dengan program program pemulihan ekonomi oleh Pemerintah akan bisa mengatasi dampak Covid-19 terhadap kehidupan perekonomian masyarakat sedangkan 11,7 persen meragukan, dan sebanyak 6,4 persen tidak percaya dengan program program pemulihan ekonomi oleh pemerintah. 

Sementara sebanyak 74,9 persen masyarakat tetap mendukung dan percaya pemeritahan Jokowi - Maruf Amin hingga akhir jabatan selesai hingga tahun 2024 dan sebanyak 21,3 persen tidak percaya dengan pemerintahan Jokowi - Maruf Amin akan selesai hingga 2024 dan sebanyak 3,8 persen tidak memberikan jawaban apapun.

Terkait Vaksin Covid-19 yang disediakan pemerintah, dari hasil survei menunjukkan 19,2 persen responden tidak percaya bahwa vaksin Covid-19 yang akan disediakan pemerintah aman bagi kesehatan penggunanya. Sedangkan yang percaya bahwa vaksin tersebut aman mencapai 70,6 persen, sementara yang tidak memberikan pernyataan 10,2 persen

Dari survei diketahui juga bahwa 79,9 persen responden di bersedia untuk mengikuti program vaksinisasi dan sebanyak 11,8 persen masih ragu, sedangkan 8,3 persen tidak mau di vaksin. 

Dari hasil survei ini bisa disimpulkan bahwa persentase mereka yang percaya bahwa vaksin aman jauh lebih besar daripada yang tidak percaya dan kepercayaan pada tingkat keamanan vaksin mempengaruhi kesediaan warga untuk divaksin.

Komentar

Loading...