Unduh Aplikasi

Surat Plin-plan untuk Pak Menteri

Surat Plin-plan untuk Pak Menteri
Ilustrasi

SEYOGYANYA pemerintahan harus berjalan terukur. Mulai dari hal kecil hingga urusan besar. Dengan demikian, ada keseimbangan dan kestabilan dalam roda pemerintahan yang harus terus berputar, siapapun pucuk pimpinannya.

Tapi yang terjadi di Aceh berbeda. Adalah Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang berlaku zig zag. Tak ada angin, tak ada hujan, Bang Wandi—demikian dia disapa—mencabut surat pergantian Kepala Balai I Aceh.

Di surat awal, Bang Wandi mengusulkan pergantian Ir Fathurrahman MSi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Calon yang ditunjuk untuk menggantikan Fathurrahman adalah Ir Fadli MT. Fadli dinilai layak mengurusi percepatan pembangunan jalan-jalan negara di Aceh.

Fadli dinilainya sebagai pejabat yang diperlukan untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama pihak Pemerintah Aceh dengan Balai Jalan Nasional I Aceh.

Sebagai pemimpin daerah, tentu saja gubernur berhak mengusulkan nama dan mengganti nama lain untuk membantunya dalam urusan pemerintahan. Namun tak elok jika surat yang belum mendapatkan balasan ini malah ditimpa dengan surat lain.

Pergantian ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana kerja yang jelas. Semua bisa diatur sepanjang keputusan itu sesuai selera si bos.

Sebelum mengusulkan pergantian, harusnya ada pertimbangan profesional yang menjadi lantasan dan acuan. Pergantian badan sepenting ini harus dilakukan lewat mekanisme terukur,sesuai aturan berlaku.

Kondisi ini jelas menjadi sebuah lelucon yang menampakkan ketidaksiapan pemerintah dalam mengambil keputusan penting. Bagi nama-nama yang diusulkan, ini menjadi sebuah insiden memalukan. Atau mungkin, ada deal-deal yang tak disepakati yang menjadi alasan pembatalan; mungkin.

Komentar

Loading...