Unduh Aplikasi

Surat dari Pusat Belum Turun, Proyek Rp 98 Miliar Tidak Bisa Dilelang

Surat dari Pusat Belum Turun, Proyek Rp 98 Miliar Tidak Bisa Dilelang
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH -  38 paket proyek dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019 senilai Rp 98 miliar pada Dinas Pengairan Aceh belum bisa dilelang karena masih terkendala administrasi yang belum dikeluarkan oleh Kementerian PUPR. 

Ketua Fraksi Demokrat DPRA, HT Ibrahim mengatakan paket tersebut merupakan kewenangan pusat dalam hal ini memerlukan surat pertimbangannya. Atas dasar itu kemudian Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah telah melayangkan surat kepada Kementerian PUPR pada Mei 2019 lalu. 

Tetapi, sampai hari ini pusat belum juga memberikan surat balasan ke Pemerintah Aceh mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. 

"Itu paket wewenangnya APBN, tapi ngak dikerjakan, rakyat minta diusulkan dari APBA, tidak bisa dikerjakan,  karena wewenangnya orang balai, tidak mau dia," kata HT Ibrahim saat dihubungi AJNN, Sabtu (27/7). 

Kata Ibrahim, proyek pengairan sebanyak 38 paket itu tersebar di beberapa kabupaten/kota Se-Aceh, tepatnya berada pada wilayah irigasi dan sungai itu merupakan wewenangnya pusat.

Terkait persoalan tersebut, lanjut Ibrahim, pihaknya juga telah mendatangi pemerintah pusat. Saat itu disampaikan bahwa proyek ini bisa segera dikerjakan. Tetapi, masalahnya sampai hari ini surat pertimbangan juga tak kunjung dikeluarkan. 

"Kami sudah datang, sudah bertemu, dia bilang bisa dilaksanakan, tapi sampai sekarang belum ada surat," tuturnya. 

Ibrahim menyayangkan proyek miliaran yang dibutuhkan rakyat tersebut belum bisa terlaksana, padahal semua itu tanggungjawabnya pusat melaksanakan APBN. 

"Sayang juga kan, uang sudah ada, rakyat sudah membutuhkan, kalau kita plot dari APBA tapi tidak bisa dikerjakan. Karena itu domainnya APBN," pungkas Ibrahim. 

Komentar

Loading...