Unduh Aplikasi

Suprijal Yusuf: Gentlemanlah Ketua

Suprijal Yusuf: Gentlemanlah Ketua
Kader Golkar Aceh, Suprijal Yusuf. Foto IST.

BANDA ACEH - Kader Partai Golkar Aceh, Suprijal Yusuf mengatakan bahwa pernyataan politisi senior Partai Golkar, Iqbal Piyeung yang meminta TM Nurlif (TMN) mundur dari posisi Ketua DPD I Partai Golkar Aceh tidak perlu disikapi secara berlebihan.

"Sebenarnya tidak perlu disikapi secara berlebihan, sehingga hampir semua orang harus ngomong," ujar Suprijal Yusuf kepada AJNN, Senin (15/2) di Banda Aceh.

Baca: Iqbal Piyeung Desak Nurlif Mundur dari Ketua Golkar Aceh

Menurut Suprijal, hal yang paling bijak adalah, partai memanggil yang bersangkutan (Iqbal Piyeung) sebagai kader ke kantor partai. Bukan Iqbal Piyeung yang harus datang ke partai. Selain itu bisa melakukan upaya pendekatan melalui orang lain.

"Kalau orang partai memang bijak, partai bisa panggil Iqbal. Dia juga punya hak dan alasan untuk ngomong seperti itu. Lalu tanya apa sebenarnya persoalan sehingga dia berbicara seperti itu," ujar pria yang akrab disapa bang Su tersebut.

Baca: Golkar Aceh Besar Nilai Iqbal Piyeung Terlalu Berlebihan dan Menyerang Personal

Suprizal meminta jangan semua orang menyerang Iqbal. Karena hal tersebut tidak akan menyelesaikan persoalan dan malah akan memperuncing masalah.

Masalah Personal Nurlif dengan PP

Selain itu Suprijal mengungkapkan bahwa sebenarnya persoalan ini berawal dari hal personal, di mana Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Aceh menarik dukungan terhadap Nurlif

Seharusnya Nurlif jangan bersikap seperti itu (diam). Dia, kata Suprijal harus keluar memberikan pernyataan kepada publik tentang apa duduk persoalan sebenarnya, jangan hanya mendengar dari orang lain.

"Gentlemanlah ketua," ujar Suprijal.

Nurlif kata Suprijal tidak bisa lepas dari partai Golkar. PP menarik dukungan juga karena Nurlif ketua partai. Kalau Nurlif orang biasa atau tidak punya jabatan apapun maka menurutnya, tidak mungkin ada surat edaran seperti itu dari PP. Nurlif harus menjelaskan kepada publik apa persoalan yang sebenarnya terjadi antara PP dan dia sebagai Ketua DPD I Golkar Aceh.

Baca: Dinilai Tak Pro Pemuda Pancasila, MPW Larang Kader Berkontribusi untuk TM Nurlif

"Sampai hari ini Nurlif belum berbicara apapun. Kondisi seperti ini akan merugikan partai kalau tidak ada penjelasan," ujar Suprijal.

Suprizal juga mengatakan bahwa di dalam tubuh partai Golkar ada kader PP. Jika dibiarkan berlarut - larut, Kader PP yang ada di partai Golkar ini akan menjadi bingung bertanya-tanya.

"Karena sampai hari ini ketua belum memberikan klarifikasi apapun tentang surat yang edaran dikeluarkan PP. Ini yang kita sayangkan, Tidak gentleman ketua kalau seperti itu," ujarnya.

Nurlif kata Suprijal harus gentleman memberikan penjelasan kepada publik terkait persoalan tersebut dan jangan mendorong orang lain untuk berbicara terkait hal tersebut. Selain itu persoalan dengan PP jangan dianggap hal remeh. Persoalan ini harus dicari jalan keluarnya.

"Seandainya dari awal Nurlif mengklarifikasi hal tersebut, saya kira persoalannya tidak akan serumit ini. Dia harus keluar dan memberikan keterangan kepada publik apa duduk persoalan sebenarnya," kata Bang Su.

"Nurlif saat ini hadir di Aceh tidak lepas dari posisinya sebagai Ketua DPD I Golkar Aceh. Hal itu tidak bisa dipisahkan, sehingga apapun yang terjadi dengan dia yang rugi juga Golkar. Karena dia yang memegang kendali Golkar," ujarnya menambahkan.

Kemudian untuk mereka yang menanggapi kisruh Nurlif dengan Iqbal Piyeung, menurut Suprijal harus melihat dengan baik persoalan tersebut dan jangan asal bicara serta mendorong ke arah yang lebih adem.

"Kalau melihat beberapa pernyataan beberapa waktu lalu dari beberapa kader dan pengurus sudah seperti perang urat syaraf," imbuhnya.

"Dia (Nurlif) harus ngomong di media, kalau kemarin-kemarin tidak menjadi konsumsi publik, saya juga nggak akan ngomong. Kalau dia terus menutup diri, orang akan menduga-duga. Padahal persoalannya tidak sebesar itu," ungkap Suprijal.

Yang ditakutkan dari sikap bungkam Nurlif menurut Suprijal adalah adanya letupan-letupan baru yang lebih besar ke depan. Selain itu kepercayaan publik terhadap Golkar akan menurun karena sikap personal ketua DPD I Partai Golkar Aceh yang tidak memberikan klarifikasi terhadap persoalan surat PP itu.

Komentar

Loading...