Unduh Aplikasi

Suplai Air PDAM Mati Total, Warga Mengeluh

Suplai Air PDAM Mati Total, Warga Mengeluh
ilustrasi. Foto: Net

PIDIE JAYA - Masyarakat Gampong Pangwa Dayah, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya mengeluh akibat suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Krueng Meureudu mati total sejak satu pekan terakhir.

"Sudah satu minggu PDAM mati. Untuk kebutuhan dasar seperti memasak kami harus membeli air isi ulang di depot RO, bahkan untuk mandi saja warga sangat kesulitan," kata salah seorang warga Pangwa Dayah, Taufik kepada wartawan, Senin (23/10).

Taufik menyebutkan, di Gampong Pangwa Dayah, air bersih PDAM merupakan keperluan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, pasca gempa 7 Desember 2016 lalu, hampir semua sumur di gampong tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Sementara untuk biaya yang dikeluarlan masyarakat untuk keperluan air bersih PDAM, lanjutnya, tergantung besaran konsumsi warga, untuk pemakaian yang standar warga harus membayar sekitar Rp 50 ribu.

"Padahal masyarakat yang menggunakan air bersih PDAM selalu melaksanakan kewajibannya dalam melunasi biaya setiap bulannya, yaitu Rp 50 ribu," jelasnya.

Anehnya, tambah Taufik, air PDAM hanya lancar saat awal bulan dan saat sudah dekat waktu pembayaran.

"Sebelum mati total seperti saat ini, dulunya mengalir walau tidak lancar setiap hari. Dan yang paling aneh, air PDAM baru lancar di kala sudah dekat dengan waktu pembayaran dan awal-awal bulan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala PDAM Tirta Krueng Meureudu, Syamsul yang dikonfirmasi AJNN mengatakan, macetnya suplai air PDAM ke Gampong Pangwa Dayah dan sekitarnya dikarenakan ada pergantian pasir filter IPA Beurawang. Ia juga mengatakan, hari ini suplai air bersih dari PDAM akan kembali normal untuk wilayah tersebut.

"Sejak hari Sabtu ada penggantian pasir filter di IPA Beurawang dan Alhamdulillah hari ini sudah normal kembali," katanya melalui pesan singkat.

Komentar

Loading...