Unduh Aplikasi

MOTIF KAKEK BUNUH CUCU DI ACEH JAYA

Suka dengan Ibu Korban hingga Malu Karena Anak Luar Nikah

Suka dengan Ibu Korban hingga Malu Karena Anak Luar Nikah
Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir didampingi Kasat Reskrim, Miftahuda Dizha Fezuono saat memberikan keterangan kepada awak media. Foto: AJNN/Suar.

ACEH JAYA - Kepolisian Resor Aceh Jaya membeberkan motif pelaku inisial SF (33), yang dengan sengaja menghabisi nyawa bayi laki-laki inisial MA (36 hari) yang terjadi di di Desa Tuwi Kareung, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (25/3) lalu.

SF itu sendiri merupakan warga Desa Pucok Alue, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, yang merupakan kakek tiri bayi malang tersebut. Sementara MA merupakan anak pasangan dari Sahrul Uman (25), dan Dahniar (20), warga asal Dusun Bukit Lason, Desa Ulee Gampong, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, yang saat ini berdomisili di Desa Tuwi Kareung, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.

"Dari pengakuan pelaku, dia merasa malu karena anak tersebut (korban) merupakan aib keluarga dari hasil perbuatan luar nikah," kata Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir didampingi Kasat Reskrim, Miftahuda Dizha Fezuono kepada awak media, Kamis (1/4) sore.

Namun pihak kepolisian terus mendalami motif di balik kejadian tersebut berdasarkan hasil penyelidikan, bukti-bukti petunjuk dan keterangan beberapa saksi jika pelaku ini juga menyukai ibu korban yang juga merupakan anak tirinya sendiri.

"Yang dapat kami sampaikan di luar alibi pelaku saat ini, jika pelaku juga menaruh hati atau perasaan terhadap ibu korban serta tidak menyukai hubungan rumah tangga mereka," ungkap AKBP Harlan.

Sementara untuk kronologi kejadiannya, diketahui jika pelaku sengaja datang dari Aceh Utara ke Aceh Jaya pada tanggal 24 Maret 2021 dengan niatan untuk menghilangkan nyawa bayi tersebut dengan alasan untuk menjenguk anak dan cucu tirinya yang saat ini tinggal di Desa Tuwi Kareung, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.

Baca:  Polisi Amankan Kakek Terduga Pembunuh Cucu Tiri di Aceh Jaya

"Niat untuk melakukan perbuatan dzalim itu memang sudah ada dari Aceh Utara. Namun dia pamit sama istri ke Aceh Jaya hanya ingin menengok anak dan cucu tirinya," ujar Harlan Amir.

Selanjutnya, pada siang harinya tanggal 25 Maret 2021, Dahniar sedang menelepon ibunya (istri pelaku) yang berada di Aceh Utara. Melihat ibu korban sedang telponan di dapur, kesempatan tersebut langsung digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa bayi tersebut dengan cara memberikan obat anti mabuk merk antimo sebanyak tiga butir yang terlebih dahulu sudah dilarutkan dengan air menggunakan gelas.

Setelah itu, pelaku meminumkannya dengan paksa dengan cara menahan rongga mulut korban menggunakan ibu jari dan jari telunjuk si pelaku agar mudah terminum. Setelah melakukan aksi tersebut, pelaku memberikan korban kepada ibunya untuk beralibi agar diberikan asi karena korban menangis kencang.

"Niat pelaku memberikan antimo biar bayi itu terbunuh secara perlahan agar aksinya tidak ketahuan," ungkapnya.

"Namun kejadian di luar prediksi si pelaku, karena korban langsung kejang-kejang seketika dan sulit bernafas serta mengeluarkan cairan berbuih darah dari mulut dan hidungnya hingga meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Pasie Raya," tambah AKBP Harlan.

Atas perbuatan itu, pelaku dijerat pasal 338 Jo 340 KUHP, dengan tuntutan pidana penjara 15 atau 20 tahun, dan atau seumur hidup sampai dengan hukuman mati," pungkasnya.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...