Unduh Aplikasi

SU Sudah Dipecat dari Kantor Gubernur

SU Sudah Dipecat dari Kantor Gubernur
Oknum PNS di lingkup Kantor Gubernur Aceh saat diamakan di Mapolresta Banda Aceh

BANDA ACEH - Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin menegaskan bahwa SU (53) yang dibekuk oleh Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Banda Aceh bukan pegawai negeri sipil di Pemerintah Aceh. SU ditangkap di rumahnya karena menipu sejumlah peserta tes calon pegawai negeri sipil di Kementerian Hukum dan HAM.

Dari para korban, SU mendapatkan uang Rp 200 juga. Masing-masing korban diminta sejumlah uang dengan jumlah bervariasi, antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta, untuk bisa lulus dan diterima bekerja sebagai pegawai negeri. Tapi janji itu tinggal janji. Korban yang kecewa melaporkan kejahatan itu kepada kepolisian.

“Yang bersangkutan dipecat dan tidak lagi menjadi pegawai di kantor Gubernur Aceh. Dulu dia dipecat dengan alasan yang sama,” kata Mulyadi, Kamis (19/10).

Sebelumnya, Kepala Satreskrim Polresta Banda Aceh AKP M Taufik mengatakan SU, kepada korban-korbannya, mengaku sebagai pegawai di kantor gubernur. Dia juga mengaku dekat dengan sejumlah pejabat. Agar terlihat lebih meyakinkan, dia juga membuat tanda terima yang dibubuhi materai 6000 setiap menarik uang dari setiap korbannya.

"Kami menyita barang bukti kwitansi pembayaran dari korban kepada pelaku," kata Taufik.

Dikatakan umumnya para korban merupakan peserta CPNS di Kanwil Kementrian Hukum dan HAM yang kini tengah membuka penerimaan PNS. SU ditangkap setelah korbannya melapor ke kepolisian karena merasa tertipu.

"Uang sudah ditarik tapi buktinya tidak seperti dijanjikan. Mereka tidak lulus sehingga melapor. Laporan terakhir yang kami terima 14 September, jumlah uang yang ditarik dari korban mencapai Rp 200 juta," kata Taufik.

Taufik menyebutkan SU diringkus di rumahnya dikawasan Lampineng Banda Aceh. Saat ini polisi masih menyelidiki keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Komentar

Loading...