Unduh Aplikasi

Staf Ahli Bupati Aceh Singkil Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Staf Ahli Bupati Aceh Singkil Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Rehab Rumah Tidak Layak Huni
Ilustrasi. Foto: IST

BANDA ACEH - Penyidik kejaksaan menahan staf ahli Bupati Aceh Singkil berinisial JA, terkait kasus dugaan korupsi rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun anggaran 2016.

Selain menahan JA, penyidik juga menahan TR selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Singkil serta RS selaku Bendahara.

JA, TR dan RS telah ditetapkan tersangka oleh penyidik pada akhir Desember 2020, setelah penyidik menemukan bukti dugaan tindak pidana korupsi yang mereka lakukan.

Kajari Aceh Singkil, Muhammad Husaini melalui Kasi Intel, Edi Suhadi menyebutkan penahanan tersangka dilakukan dengan alasan agar memudahkan proses penyidikan dan tidak menghilangkan barang bukti.

"Tersangka ditahan hingga 20 hari kedepan. Mereka dititipkan di Rutan kelas IIB Singkil," kata Edi Suhadi, Jumat (15/1).

Edi menyebutkan, kasus yang melilit staf ahli Bupati Aceh Singkil itu semasa JA menjabat Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadinsosnakertrans) Aceh Singkil pada tahun 2016 lalu.

Dalam proyek RTLH dengan pagu anggaran Rp 1 miliar sumber anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang di kelola Dinas Sosial dan Tenaga Kerja itu terdapat kerugian negara senilai Rp232 juta lebih.

"Hasil hitung pihak inspektorat ditemukan kerugian negara dalam pekerjaan rehab RTLH yang bersumber dana DOKA," ujarnya.

Selama proses penahanan, lanjut Edi, selanjutnya jaksa penuntut umum akan mempersiapkan dakwaan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh.

"Target kita dalam waktu dekat pemberkasan segera rampung dan akan dilimpahkan ke pengadilan," imbuhnya.

Komentar

Loading...