Unduh Aplikasi

Spanduk Tolak Ormas KAMI Terpasang di Depan Kantor Bupati Pijay

Spanduk Tolak Ormas KAMI Terpasang di Depan Kantor Bupati Pijay
Spanduk “Tolak !!! Ormas KAMI” terpasang di depan kantor Bupati Pidie Jaya. Foto: AJNN/Muksalmina

PIDIE JAYA - Sebuah spanduk yang bertuliskan “Tolak !!! Ormas KAMI” terpasang di depan Kantor Bupati Pidie Jaya.

Belum diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut, tetapi diketahui spanduk itu sudah terpajang beberapa hari di pagar tepat di depan jalan masuk ke Kantor Bupati Pidie Jaya.

“Kami perlu aksi dan bukti nyata pembangunan bukan retorika semu demi tahta. Tolak !!! Ormas KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang mencegah persatuan Bangsa Indonesia,” bunyi spanduk tersebut. 

“Kami tidak tahu siapa yang pasang spanduk itu bang, tapi spanduk itu sudah ada dari kemarin,” kata beberapa remaja yang sedang nongkrong di seputaran bundaran jalan di Komplek Perkantoran Bupati Pidie Jaya itu.

Selain di Pidie Jaya, spanduk tersebut juga bertebaran di Banda Aceh dan Aceh Besar. Hingga kini tidak diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut.

Seperti diketahui. KAMI atau Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia digagas oleh beberapa tokoh di Indonesia, diantaranya, mantan Panglima TNI Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Dikutip AJNN dali Liputan6.com, sejumlah tokoh mendeklarasikan (KAMI). Deklarasi ini berlangsung di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

"Saya akan mulai membacakan jati diri (KAMI)," ucap Ketua Komite KAMI, Ahmad Yani, dalam keterangannya, Selasa (18/8/2020).

Disebutkan, sejumlah tokoh mendukung aksi tersebut. Di antaranya, Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Refly Harun, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy, Lieus Sungkharisma, Said Didu, Adhie Massardi, MS Ka'ban, Chusnul Mariyah Nurhayati Assegaf, dan Syahganda Nainggolan.

Ada 10 poin yang dimaksud dengan jati diri KAMI. Salah satu bunyinya yakni; KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salah satu deklarator KAMI Din Syamsuddin mengklaim, sangat mungkin gerakan yang dicetusnya ini akan banyak dihalangi. Meski demikian, dia meminta jangan gentar dan terus maju. Din berpesan, pihak-pihak yang tergabung dalam gerakan KAMI untuk tak mudah terpancing. Apalagi terprovokasi.

"Saya mohon betul khusus hari hari ini mungkin saja ada yang ingin mengacau, ada yang ingin menghasut, maka jangan terhasut, jangan terprovokasi, jangan satu kerikil kecil pun terlemparkan, jangan satu ujaran kebencian terlontarkan," kata Din.

Sementara itu, salah satu deklarator lainnya Gatot Nurmantyo, menegaskan, KAMI ini untuk meilhat secara benar apa yang masih keliru di Indonesia.

"Kami ingin menjadikan momentum proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 ini, untuk jujur melihat diri apa yang belum benar, atau bahkan masih keliru di negeri ini," jelas Mantan Panglima TNI itu.

Komentar

Loading...