Unduh Aplikasi

Spanduk Cabut Izin PT KIM Bertebaran di Nagan Raya

Spanduk Cabut Izin PT KIM Bertebaran di Nagan Raya
Spanduk yang bertuliskan meminta mencabut izin PT KIM. Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Sejumlah spanduk yang meminta untuk mencabut izin PT Kharisma Iskandar Muda (KIM) bertebaran di Kabupaten Nagan Raya. Spanduk tersebut ditulis menggunakan cat semprot dikain putih.

Berbagi macam tulisan dituliskan di spanduk yang tak bertuan itu. Intinya spanduk itu lebih meminta Pemerintah Nagan Raya untuk bersikap tegas mencabut izin PT KIM, bahkan di salah satu spanduk juga dituliskan DPRK jangan tuli, cabut izin PT KIM.

Spanduk-spanduk itu terpasang dibeberapa titik, seperti Bundaran Simpang 4, pintu masuk perkantoran, pintu keluar perkantoran, dan Pasar Jeuram.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokoler Sekdakab Nagan Raya, Muhammad Maksum ketika dikonfirmasi AJNN mengatakan pihaknya akan membahas terlebih dahulu terkait surat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Aceh tentang usulan sanksi pembekuan izin lingkungan PT KIM. 

Spanduk yang bertuliskan meminta mencabut izin PT KIM. Foto: For AJNN

Dimana dalam surat bernomor 660/3553, tanggal 10 September sudah sangat jelas bahwa berdasarkan hasil analisa yuridis, ditemukan bahwa PT KIM, telah melanggar peraturan dan ketentuan Pasal 4 ayat (4) PermenLH No 2 tahun 2013 tentang pedoman penerapan sanksi administrasi di Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yakni pembekuan izin lingkungan.

"Yang perlu kami bahas dulu adalah kewenangan terkait izin PT itu," kata Muhammad Maksum.

Baca: Mahasiswa Ancam Gelar Aksi, Desak Pemkab Nagan Raya Cabut Izin PT KIM

Menurutnya masalah kewenangan itu sangat penting diluruskan, sama seperti terkait izin PT Emas Mineral Murni (EMM) yang berada di Beutong. Sehingga kedepan tidak salah dalam mengambil langkah.

Spanduk yang bertuliskan meminta mencabut izin PT KIM. Foto: For AJNN

"Makanya pemkab akan duduk dulu untuk membahas kewenangan dan hasil rekomendasi dari provinsi," ujarnya.

Ia memastikan dalam waktu dekat ini persoalan tersebut akan segera dibahas. Apalagi Sekda Nagan Raya baru saja diganti yakni dijabat oleh Ardi Martha dengan status Pelaksana Tugas (Plt). 

"Nanti pak Plt Sekda yang membahas masalah ini," ujar Maksum.

Komentar

Loading...