Unduh Aplikasi

Sosok Anggota DPRK Aceh Barat yang Rumahnya Digranat

Sosok Anggota DPRK Aceh Barat yang Rumahnya Digranat
Ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Rumah pribadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ahmad Yani digranat oleh orang tak dikenal (OTK). Kejadian pelemparan granat di rumah Ahmad Yani yang berada di Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, terjadi pada Senin (8/6) malam sekitar pukul 03.45 WIB.

Ahmad Yani merupakan anggota DPRK dari Partai Gerindra. Ia diberi kepercayaan oleh partai besutan Prabowo Subianto itu sebagai Ketua Komisi IV.

Dimana komisi yang dipimpin Ahmad Yani membidangi pendidikan, kesehatan, agama, tenaga kerja dan sosial kemasyarakatan, kesejahteraan keluarga dan perlindungan anak, pemberdayaan perempuan pemuda dan olahraga, pelaksaan syariat Islam dan pemberdayaan dayah, adat istiadat dan kebudayaan dan pariwisata.

Selama ini, Ahmad Yani sangat vokal mengkritisi kebijakan Pemerintah Aceh Barat, di bawah kepemimpinan Ramli MS-Banta Puteh Syam. Dimana pasangan tersebut diusung oleh Partai Aceh dan Gerindra. Bahkan Banta Puteh Syam merupakan Ketua Partai Gerindra Aceh Barat, yang merupakan partai yang membawa Ahmad Yani duduk sebagai wakil rakyat.

Meski begitu, tak menyurut langkah Ahmad Yani untuk tetap mengkritik kebijakan yang salah dari kepemimpinan Ramli MS-Banta Puteh Syam. Terakhir, Ahmad Yani mengkritik Bupati, Ramli MS yang seperti kekanak-kanakan.

Baca: Dewan Aceh Barat Temui DPRA, Minta Advokasi Kasus OTT Bimtek Hingga Pemukulan

Pasalnya, Ramli MS, melakukan mutasi terhadap istrinya Nurchamisah yang bertugas sebagai bidan desa. Selama ini istrinya bertugas di Desa Peuleukung, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat. Namun, beberapa waktu lalu dimutasi ke Puskesmas Meutulang, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat.

Dikatakannya, mutasi yang dilakukan itu terkesan sarat kepentingan politik. Ia menduga hal ini berkaitan erat dengan aktifitasnya selama ini, yang sering melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh.

Tak sampai disitu, Ahmad Yani juga anggota panitia khusus (pansus) Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh. Dimana selama ini sangat banyak permasalahan yang muncul di rumah sakit plat merah itu, mulai salah suntik, turun kelas rumah sakit, pemberhentian tenaga kontrak dan beberapa permasalahan lainnya.

Selama ini, Ahmad Yani juga sangat kritis terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim Polres Aceh Barat di Hotel Meuligoe, Aceh Barat. Dimana sudah hampir setahun lebih, kasus tersebut masih jalan di tempat. Pasalnya dalam OTT itu, tim penyidik mengamankan uang sebanyak Rp 900 juta dari total Rp 1,7 miliar.

Baca: Anggota Dewan Sebut Bupati Aceh Barat Kekanak-kanakan

 

Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE membenarkan kalau Ahmad Yani selama ini sosok yang vokal mengkritisi kebijakan pemerintah. Menurutnya Ahmad Yani merupakan dewan yang menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat yaitu bidang pengawasan.

"Dia (Ahmad Yani) sosok yang sangat kritis, baru-baru ini kami juga baru pulang dari Banda Aceh untuk bertemu dengan anggota DPRA menyampaikan beberapa permasalahn di Aceh Barat," kata Ramli kepada AJNN.

Sementara itu, Ahmad Yani mengatakan kalau rumah yang digranat itu baru satu bulan di tempatinya bersama keluarga. Bahkan rumah tersebut merupakan rumah sewa, ia menyewa rumah itu agar bisa dekat dengan tempat kerja istrinya.

"Rumah ini rumah sementara yang saya tempati, karena istri saya ditugaskan disini sebulan lalu," kata Ahmad Yani.

Hingga saat ini, ia mengaku belum tahu penyebab penggranatan rumahnya, apakah karena selama ini dirinya terlalu kritis bersuara di DPRK atau ada sebab lainnya.

Baca: BREAKING NEWS: Rumah Anggota DPRK Aceh Barat Digranat

Ia tidak berani menyimpulkan kenapa rumahnya menjadi sasaran granat OTK, pasalnya apa yang dikritisi selama ini hanya untuk memperbaiki roda pemerintahan.

"Kalau penyebabnya saya tidak tahu apa. Kalau dibilang terlalu kritis tidak juga, dan yang saya sampaikan juga masih biasa saja, dan itu untuk saran memperbaiki pemerintahan," ungkap Ahmad Yani.

Untuk itu, ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas pelaku penggranatan rumahnya itu, serta motif di balik peristiwa tersebut.

"Harapan saya agar motif di balik kejadian ini bisa terungkap," ujarnya.

Komentar

Loading...