Unduh Aplikasi

Sop Sekengkel Diisukan Terbuat dari Tikus, Pemilik Warung : Itu Fitnah

Sop Sekengkel Diisukan Terbuat dari Tikus, Pemilik Warung : Itu Fitnah
LANGSA - Pemilik warung sop sekengkel Mbak Mis, siem membantah isu yang beredar di kalangan masyarakat terkait sop sekengkel dan bakso miliknya terbuat dari daging tikus, kucing dan babi.

"Isu yang beredar bahwa sekengkel dan bakso yang saya jual terbuat dari daging tikus, kucing dan babi itu fitnah," kata Misiem, pemilik warung sop sekengkel Mbak Mis yang terletak di Gampong Asam Putek, Kecamatan Langsa Lama kepada AJNN, Kamis (25/8).

Misiem mengaku sudah mendengar isu hoak yang beredar di kalangan masyarakat bahwa kuliner buatannya pakai daging, tikus, kucing dan babi.

Misiem menilai, isu tersebut sengaja disebarkan luaskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, karena takut bersaing di dunia bisnis.

"Isu tersebut sengaja dihembuskan oleh oknum yang merasa tersaing, bahkan isu itu sudah beredar melalui pesan singkat (SMS). Padahal kami tidak pernah iri kepada oknum tersebut," tegasnya.

Misiem menuturkan, sop sekengkel dan bakso yang dia jual murni daging sapi dan ayam. Semua kuliner yang tersedia di sini halal 100 persen.

Disisi lain, Misiem mengaku miris dengan adanya pencemaran nama baik tempat usahanya, namun dirinya mengaku tidak ada niat menempuh ke jalur hukum.

"Kami serahkan saja kepada Allah SWT, supaya yang Maha Kuasa memberi kelancaran tempat usaha kami" cetusnya.

Sementara itu, salah seorang pelanggan sop sekengkel Mbak Mis, Faris (27) warga Pekan Langsa yang ditemui sedang menikmati sop sekengkel mengaku tidak percaya dengan isu soak yang beredar.

“Warung Mbak Mis setahu saya tidak pernah menggunakan daging kucing untuk baksonya. Karena, saya pernah melihat langsung proses pembuatan bakso dan sejumlah menu lainnya di warung ini," ujar Farid sambil menikmati bakso.

Farid mengaku aneh dengan isu tersebut, dirinya menilai isu itu sangaja diciptakan sebagai gelagat persaingan usaha yang tidak sehat.

“Isu yang disebar itu menurut saya bentuk upaya menjegal usaha orang lain. Masyarakat kita sudah pintar dan tau bahwa isu itu hanya bualan semata, karena tidak bisa dibuktikan" tandas Farid.

Komentar

Loading...