Unduh Aplikasi

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik oleh Suaidi Yahya

Sofyan: Penyidik Polda Aceh Belum Berikan Perkembangan Kasus Secara Resmi

Sofyan: Penyidik Polda Aceh Belum Berikan Perkembangan Kasus Secara Resmi
Sofyan saat membuat laporan ke SPKT Polres Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina.

LHOKSEUMAWE – Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya terhadap Sofyan masih berlarut-larut.

Meskipun penyidik dari Polda Aceh sudah memeriksa sejumlah saksi dari pejabat daerah setempat, namun hingga kini belum ada titik temu.

“Setelah saya diperiksa di Polda Aceh, terus terang saya tidak tahu perkembangan kasus tersebut,” kata Sofyan kepada AJNN, Kamis (28/1).

Menurut Sofyan, penyidik dari Polda Aceh tidak pernah memberikan perkembangan kasus secara resmi semenjak kasus tersebut dilimpahkan oleh Polres Lhokseumawe ke Polisi Daerah Aceh itu.

Baca: Dipanggil Penyidik Polda, Sofyan Dicecar 17 Pertanyaan

“Maka saya berpendapat, berlaku adillah dalam penegakkan hukum, supaya tidak terkesan tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” ujarnya.

Lanjut Sofyan, kasus yang dirinya laporkan sudah berjalan tujuh bulan, namun hingga saat ini status perkaranya belum ditingkatkan. Menyangkut dengan pasal yang akan ditetapkan itu semua tergantung kepada aparat Kepolisian.

“Karena pandangan saya, bahwa pihak kepolisian lebih mengerti pasal apa yang cocok dikenakan dalam kasus ujaran kebencian yang saya laporkan ini,” ungkapnya.

Belajar dari kasus dugaan rasialisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, seperti yang dilansir AJNN dari Kompas.com, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan Ketua Relawan Pro Jokowi-Maruf Amin (Pro Jamin) Ambroncius Nababan sebagai tersangka dalam kasus dugaan rasialisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Adapun konten yang diduga mengandung unsur rasialisme tersebut diunggah Ambroncius di akun Facebook miliknya.

"Iya betul (AN menjadi tersangka)," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Slamet Uliandi ketika dikonfirmasi, Selasa (26/1/2021).

Sementara dalam hal ini pasal yang ditetapkan sama dengan kasus dugaan pencemaran nama baik oleh Suaidi Yahya terhadap Sofyan, yakni pasal 15 dan 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis.

HUT Pijay

Komentar

Loading...