Unduh Aplikasi

Soal RPP, Dirjend Otda: hanya dua poin lagi

Soal RPP, Dirjend Otda: hanya dua poin lagi
Dirjend Djoe, Dirjend Djoehermansyah di ruangan VIP Bandara SIM Aceh Besar, Foto: Fiqih AJNN
ACEH BESAR- Pembahasan soal Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) bagi hasil minyak dan gas bumi Aceh (Migas), RPP Kewenangan dan Keppres Pertanahan hanya tinggal dua poin lagi untuk diselesaikan. baca: Pemerintah pusat akan digugat

Hal ini disampaikan Direktur Jendral (Dirjend) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Djoehermansyah Djohan kepada wartawan, Senin, (16/6) di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar.

"Hanya tinggal dua poin lagi yang masih diperdebatkan, yang lain sudah tidak ada masalah," tuturnya.

Kemudian, perihal dua poin itu Djoehermansyah yakni soal jarak 250 kilometer eksploitasi dari bibir pantai Aceh yang masuk Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).

Selain itu, permasalahan lainnya adalah soal pertanahan, dimana kata dia sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), tidak semua tanah dikelola oleh Pemerintah Aceh.

"Kita harus kembali ke MoU Helsinky dan UUPA, apa di UUPA zona laut 250 mil itu wilayah Aceh?" Tanya Djoehermansyah.

Oleh karena itu, Djoehermansyah akan melakukan dialog kembali menyangkut poin-poin yang belum terselesaikan. Baginya penyelesaian soal Aceh adalah prioritas bagi pemerintah pusat. baca: Dirjend Otda tawarkan cooling down lagi

Djoe sampai di Bandara SIM juga bersama rombongan Dubes Uni Eropa, dimana rombongan tersebut akan ikut pantau pembahasan cooling down.  baca: Uni Eropa pantau cooling down

Kedatangan Djoehermansyah merupakan manuver dari sikap Gubernur Aceh yang menolak undangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memperpanjang cooling down. Penolakan tersebut di apresiasi oleh DPR Aceh dan juga dukungan terhadap Gubernur terus bertambah. baca: DPRA apresiasi Gubernur

Bahkan dukungan untuk Gubernur Zaini Abdullah yang menolak undangan Mendagri semakin meluas, kini tengah hangat diperbincangkan di media sosial. baca: Tolak undangan Mendagri, Gubernur Zaini dibanjiri dukungan

| FIQIH PURNAMA

Komentar

Loading...