Unduh Aplikasi

Soal Penahanan Keuchik Meunasah Rayeuk, Polisi Diminta Bertindak Adil

Soal Penahanan Keuchik Meunasah Rayeuk, Polisi Diminta Bertindak Adil
Ilustrasi. Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo

LHOKSEUMAWE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Terpilih, Muslem Syamsuddin meminta polisi bertindak adil atas penetapan tersangka dan penahanan Tgk Munirwan, Keuchik Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara.

Diketahui, Keuchik yang juga Direktur PT Bumades Nisami ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka pada, Selasa (23/7) hingga kemudian langsung ditahan di Markas Polisi Daerah (Mapolda) Aceh atas kasus penjualan benih padi tanpa label yakni bibit IF8 yang dilaporkan oleh Kepala Dinas Pertanian Aceh.

“Saya berharap pihak kepolisian bisa bersikap adil menyangkut dengan penahanan keuchik tersebut. Apalagi mengingat benih padi IF8 selama ini sangat bermanfaat juga untuk masyarakat luas, yang sebelumnya bisa panen empat gunca menjadi enam gunca,” kata anggota DPRA terpilih periode 2019-2024, Rabu (24/7).

Sambungnya lagi, meskipun secara administrasi memang benar kuechik tersebut sudah melakukan kesalahan, akan tetapi dengan ide cemerlang yang dimilikinya mampu melahirkan bebih berbobot dan cukup memiliki manfaat besar bagi petani.

“Selain itu, sebenarnya dalam hal ini berhak bertanggungjawab memberikan pemahaman kepada masyarakat juga ide yang cemerlang, dana tidak perlu mengkriminalisasi seperti ini,” ungkapnya.

Pasalnya, lanjut Muslem, setelah lahir benih padi IF8, kebanyakan masyarakat berbondong untuk memakai benih padi itu. Meskipun sekarang Pemerintah melarang menjual belikan benih itu, akan tetapi masyarakat masih menyimpan benih hasil panen mereka untuk disemai di tahun mendatang.

“Disini dapat kita lihat juga, dengan ide cemerlang keuchik tersebut, Gampong Meunasah Rayeuk dapat Juara II di tingkat Nasional dan beliau sudah membesarkan nama Aceh, jadi dalam hal ini perlu pertimbangan yang sangat matang menyangkut penahanan beliau,” jelasnya.

Dirinya juga berharap, karena keuchik tersebut sudah seperti pahlawan membesarkan nama Aceh tingkat nasional, ada pertimbangan dari pihak kepolisian, minimal dapat menangguhkan penahanannya. Dan jangan langsung ditangkap seperti saat ini.

Komentar

Loading...