Unduh Aplikasi

Soal Izin Sandar Kapal Asing di Calang, Bupati: Itu Hasil Kesepakatan Forkopimda

Soal Izin Sandar Kapal Asing di Calang, Bupati: Itu Hasil Kesepakatan Forkopimda
Bupati Aceh Jaya, T.Irafn TB. Foto: AJNN/Suar.

ACEH JAYA - Bupati Aceh Jaya menegaskan, adanya kapal Asing dari China yang merapat di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya itu merupakan hasil kesepakatan bersama pihak Forkopimda. 

"Itu hasil kesepakatan kami Forkopimda, dan kami merekomendasinya dengan syarat wajib mengikuti protokol kesehatan," kata Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB.

Dijelaskan Bupati, bahwa untuk keputusan merapatnya kapal asing itu bukan keputusannya sendiri, tapi sudah beberapa kali dilakukan rapat koordinasi dengan pihak Forkopimda terkait kedatangan kapal pembawa material PLTU Nagan Raya dari China.

Baca: Terkait Kedatangan Kapal Asing di Pelabuhan Calang, Ketua Dewan Ajak Forkopimda Duduk Bersama

"Sudah beberapa kali kita lakukan rapat koordinasi dengan taman-teman Forkopimda, karena dalam kondisi new normal ada beberapa kegiatan yang tidak boleh terhambat yaitu termasuk untuk kepentingan proyek strategis nasional PLTU salah satu nya," tutur Irfan TB.

Namun demikian, semua aktivitas di pelabuhan juga wajib mengikuti protokol kesehatan baik itu dengan awak kapal maupun alat yang dibawa harus terlebih dahulu dilakukan penyemprotan disinfektan sebelum diturunkan dari kapal

"Hasil laporan yang disampaikan oleh pihak pelabuhan,hal itu sudah dilaksanakan dengan baik termasuk menyumbang dana untuk PAD yang langsung disetor oleh yang bersangkutan ke kas daerah sesuai perjanjian mereka yang ditanda tangani oleh Kadishub, satu lagi yang sangat penting dalam aktifitas tersebut wajib diutamakan putra daerah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut" terang Irfan.

Sementara itu, Irfan TB juga membantah atas pernyataan Teuku Asrizal selaku wakil ketua DPRK yang mengatakan bupati telah memberhentikan kegiatan majelis ta'lim.

"Itu tidak benar, malah minggu depan tanggal 27 September 2020 kita laksanakan majelis ta'lim Mubahasah di Gampong Tuwi Eumpeuk Panga," bantah Irfan.

Komentar

Loading...