Unduh Aplikasi

Soal Air Macet, Aminullah Minta Masyarakat untuk Bersabar

Soal Air Macet, Aminullah Minta Masyarakat untuk Bersabar
Warga Cot Lamkuweuh protes terhadap Pemerintah Kota Banda Aceh. Foto: AJNN.Net/Rahmad Fajri

BANDA ACEH -Warga Gampong Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa melancarkan aksi protes terhadap Pemerintah Kota Banda Aceh yang dinilai belum berhasil menuntaskan permasalahan air bersih, Minggu (4/8) kemarin.

Menanggapi tuntutan warga, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengaku sangat memahami keinginan masyarakat agar persoalan air bersih segera teratasi. Karena itu dirinya meminta warga untuk sabar menunggu proses yang sedang diupayakan pemerintah saat ini.

Aminullah memastikan permasalahan air ini terus dilakukan pembenahan. Kompleksnya persoalan yang dihadapi mulai dari jaringan pipa semberaut hingga tingginya angka pencurian air membuat proses pekerjaan terhambat.

Baca: Protes Air Macet, Warga Cot Lamkuweuh Bongkar Meteran Air

"Khusus jaringan perpipaan yang carut-marut, ini sudah berlangsung puluhan tahun. Jadi perlu waktu dan upaya ekstra untuk membenahinya. Pecahnya bendungan karet di titik sumber air baku PDAM di Krueng Aceh baru-baru juga menambah persoalan baru," kata Aminullah Usman, Senin (5/8).

Meski demikian, Amimullah merasa opimistis pembenahan pelayanan air bersih di Banda Aceh rampung pada akhir tahun ini, selambat-lambatnya hingga awal 2020. Sejumlah program dan proyek pun terus dilaksanakan.

"Pada bulan puasa lalu, kita telah membentuk Tim Reaksi Cepat PDAM Tirta Daroy. Tim ini bekerja 24 jam untuk mengatasi keluhan warga terkait layanan air bersih. Call center pun telah kita buka di nomor 0813 6053 7581," ujarnya.

Selain itu, lanjut Aminullah, kinerja tim reaksi cepat itu jug mendapatkan pengawasan langsung darinya.

"Saya selaku wali kota juga bekerja esktra untuk memonitor tim reaksi cepat ini, di samping laporan yang masuk langsung ke HP saya," tuturnya.

Baca: Protes Air Macet PDAM Tirta Daroy, Keuchik Cot Lamkuweuh: Kami Bukan Kelelawar

Sejak Juni 2019, Pemko Banda Aceh juga mulai membangun bak penampungan raksasa (reservoir) di kawasan Taman Sari Banda Aceh dengan kapasitas 3.000 meter kubik air plus tiga booster. Reservoir tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan air di wilayah Kecamatan Meuraxa dan sekitarnya.

"Insyaallah akan rampung akhir tahun ini. Untuk itu, saya berharap masyarakat yang masih macet aliran air bersih di rumahnya untuk bersabar. Upaya lain seperti perbaikan jaringan pipa dan penertiban sambungan liar juga terus kita lakukan," janji Aminullah.

Wali kota juga mengharapkan partisipasi warga agar melaporkan jika melihat ada tindak pencurian air di lingkungannya.

"Jangan segan-segan laporkan, karena itu sangat berpengaruh pada distribusi air ke rumah-rumah warga," harapnya.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...