Unduh Aplikasi

JURNALIS WARGA ACEH BARAT

SMP 2 Arongan Lambalek Butuh Perhatian Pemerintah

SMP 2 Arongan Lambalek Butuh Perhatian Pemerintah
SMP 2 Arongan Lambalek. Foto: Mardhatillah

ACEH BARAT - Warga Desa Seueneubok Teungoh, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat berharap kepada dinas pendidikan setempat memberikan tambahan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di SMP 2 Arongan Lambalek.

“Kasihan anak-anak, sering kosong jam pelajarannya. Karena tidak ada guru, anak saya terpaksa sekolah ke SMP 1 yang jaraknya lima kilo dari Seuneubok Teungoh, disana banyak guru," kata warga Desa Seuneubok Teungoh, Ina (40), Selasa (16/5).

Penambahan guru di SMP 2 itu sangat penting, sehingga para orang tua tidak perlu menyekolahkan anaknya di sekolah yang jauh dari rumahnya, dan tidak mengeluarkan biaya yang lebih besar.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 2 Arongan Lambalek, Supendi mengakui kekurangan guru tetap yang berstatus ASN. Akibatnya proses belajar mengajar selama ini kurang maksimal.

Ia mengungkapkan jumlah guru ASN hanya empat orang, satu guru agama islam, dua guru Ilmu Pengetahuan Alam dan satu guru Bahasa Inggris.

“Empat orang guru ASN tidak sesuai dengan jumlah mata pelajaran yang ada,” kata Supendi, Senin (15/5).

Untuk menutupi kekurangan guru, pihaknya terpaksa meminta bantuan masyarakat untuk mengajar dengan status guru bakti atau honorer.

“Kami sangat terbantu dengan adanya guru bakti," katanya.

Supendi mengaku sudah berupaya meminta tambahan guru, salah satunya membuat laporan ke Unit Pelayanan Tekhnis Daerah (UPTD) dinas pendidikan kecamatan. Namun sayangnya hingga kini tak ada kejelasan adanya penambahan guru.

"Kami juga sudah sampaikan melalui pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) online," katanya.

Sekolah yang masih status swasta ini memiliki siswa sebanyak 105 orang, yang merupakan warga Desa Seuneubok Teungoh, Peulanteu, Gunung Pulo, Rimba Langgeh, dan desa-desa lainnya yang ada di Kecamatan Arongan Lambalek.

Untuk sarana dan prasarana, ada ruang kepsek, ruang tata usaha, ruang dewan guru, gedung Laboratorium IPA, ruang laboraturium komputer bersifat sementara, mushola, dan tiga ruang kelas.

Sementara Hilda Mariani, guru bakti SMP 2 Arongan Lambalek mengaku tetap semangat mengajar walaupun upah yang diberikan tak sesuai dengan kerjanya.

"Jumlah ruang kelas masih kurang, harusnya satu kelas berjumlah 15 orang, tapi kondisi sekarang tidak demikian. Saya harap pemerintah paham dengan kondisi sekolah kami," katanya.

Mardhatillah |JW Seuneubok Teungoh|

Komentar

Loading...