Unduh Aplikasi

INTERMESO

SK PNS untuk Beli Sabu

SK PNS untuk Beli Sabu
ilustrasi

LANGKAH ini tak populer, tapi jelas sangat membantu meluruskan sesuatu yang sejak lama terjadi di kalangan pengawai negeri sipil. Adalah Raidin Pinim, Bupati Aceh Tenggara yang mengeluarkan surat edaran terkait larangan pengambilan atau perpanjangan kredit di bank bagi pegawai negeri sipil di jajarannya.

Surat itu ditujukan kepada para Kepala Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten (SKPK), kepala sekolah beserta bendahara gaji di Aceh Tenggara. Karena lewat mereka lah proses pengesahan pengajuan kredit disampaikan sebelum disahkan. Dengan larangan ini, para pegawai negeri tidak dapat memperpanjang pinjaman, atau mengajukan pinjaman baru. Pinjaman hanya boleh dilakukan untuk pengajuan KPR perumahan sejahtera bersubsidi.

Menggadaikan surat pengangkatan adalah sebuah kelaziman di kalangan pegawai negeri. Bahkan tak sedikit pegawai yang berasumsi masuk sebagai abdi negara untuk mendapatkan pinjaman. Begitu sah, status 100 persen berubah dari calon pegawai negeri sipil, maka SK yang dinanti segera berpindah ke brankas milik bank.

Salahkah bank? Tidak. Macam-macam cara orang cari makan. Dan bagi perbankan, yang mencari penghidupan dari cara seperti ini, tentu tak salah. Apalagi, para pegawai negeri membayar selalu tepat waktu. Mereka adalah nasabah yang paling mulia kedudukannya di mata para pengelola bank konvensional.

Lihat saja bagaimana getolnya para marketing bank menjual produk mereka. Namun soal kredit para pegawai negeri, promosinya dilakukan dari mulut ke mulut; sangat legendaris. Lantas, para pegawai akan menggadaikan surat mereka demi mengongkosi gaya hidup. Membeli motor, mobil, telepon cerdas, televisi layar tipis. Ada juga yang menggadaikannya untuk membeli sabu-sabu. Walau memang tak semua menggunakannya untuk kebutuhan konsumtif.

Langkah Raidin ini memang tak populer. Setelah dia mengeluarkan aturan ini, akan ada yang pro, tapi pasti banyak pula yang kontra. Tapi percayalah, ini adalah cara dia mengubah perilaku pegawai negeri. Dengan tak menggadaikan SK ke bank, mungkin para pegawai akan menjalankan pola hidup yang sederhana. Mampu menakar keinginan dengan kesanggupan dan lebih produktif dalam bekerja, karena di awal bulan, mereka menerima gaji penuh.

Komentar

Loading...