Unduh Aplikasi

Simpang Tujuh Ulee Kareng Butuh Lampu Lalu Lintas

Simpang Tujuh Ulee Kareng Butuh Lampu Lalu Lintas
Foto kesemrawutan simpang tujuh Ulee Kareng, Foto: Fakhrul Razi Anwir

BANDA ACEH - Kawasan simpang tujuh Ulee Kareng semakin semrawut, kemacetan sudah menjadi pemandangan yang lazim saban hari, terutama pada jam-jam sibuk yakni pagi dan sore hari.

Salah seorang pedagang di kawasan itu, Abdul Hamid mengungkapkan, kemacetan di simpang tujuh tersebut bukan lagi persoalan baru, tapi persoalan lama yang tak pernah tuntas. Pemerintah Kota Banda Aceh bahkan dinilai tak serius mengatasi kemacetan di simpang itu.

"Permasalahan kemacetan ini sudah terjadi cukup lama, tetapi saya melihat tidak ada respon serius dari Pemerintah Kota Banda Aceh, pagi dan sore simpang tujuh memang sudah jadi langganan macet," ungkap Abdul Hamid kepada AJNN, Rabu (24/1).

Seorang warga yang ditemui di lokasi, Ansari juga mengungkapkan hal senada, dia berharap ada langkah kongkrit yang diambil Pemerintah Kota Banda Aceh, untuk menangani persoalan kemacetan ini, seperti membangun traffic light (Lampu lalu lintas) sebagai upaya mengurai kemacetan dan mewujudkan tertib berlalu lintas di kawasan simpang tujuh Ulee Kareng tersebut.

"Saya berharap Pemerintah Kota Banda Aceh dapat membangun traffic light di kawasan simpang tujuh ini, sebagai langkah kongkrit pemerintah dalam mengurai kemacetan" ujarnya.

Menurut Keuchik Gampong Ie Masen Ulee Kareng, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Jamaluddin, persoalan jalan macet, lalu lintas tak tertib, jalan sempit merupakan hal yang sudah berulang kali dikeluhkan oleh warganya.

Dia berharap program pembangunan bundaran dikawasan simpang tujuh Ulee Kareng yang telah dicanangkan sejak tahun 2007 segera dilaksanakan, selain untuk keindahan kawasan simpang tujuh juga sebagai upaya mengurai kemacetan yang terjadi.

"Rencana pembangunan bundaran sudah dimulai dari tahun 2007, masyarakat dan saya pribadi benharap rencana itu dapat terealisasi dalam waktu dekat" ujarnya.

Pertemuan mengenai rencana pembangunan bundaran telah berulang kali dilakukan dengan pihak konsultan perencana, dalam pertemuan tersebut dihadiri Keuchik Ie Masen Ulee Kareng, Keuchik Lamglumpang, dan Keuchik Ceurih. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut terhadap hasil pertemuan tersebut.

"Saya tidak mengetahui dimana permasalahan hingga pembangunan bundaran ini belum terlaksana hingga saat ini," tutup Jamaluddin.

Fakhrul Razi Anwir

Komentar

Loading...