Unduh Aplikasi

Simpan Ganja dalam Dus Mie Instan, IRT di Abdya Diciduk Polisi

Simpan Ganja dalam Dus Mie Instan, IRT di Abdya Diciduk Polisi
AG (45), warga Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang tertangkap menyimpan ganja. Foto: Ist

ACEH BARAT DAYA - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial AG (45), warga Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), diamankan pihak kepolisian setempat karena kedapatan menyimpan satu kardus mie instan berisi ganja kering, pada Minggu (13/10) kemarin.

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK melalui Wakapolres Kompol Ahzan SIK SH MSM, kepada awak media mengatakan penangkapan terhadap seorang IRT yang tergolong nekad ini, berawal dari informasi masyarakat terkait seringnya transaksi narkotika jenis ganja di lokasi tersebut.

"Selanjutnya sekira pukul 19.00 WIB, tim Satresnarkoba Polres Abdya langsung menuju ke TKP dan berhasil melakukan penangkapan terhadap terlapor, yang saat itu tengah berada didalam rumah," kata Ahzan kepada wartawan, Senin (14/10).

Lanjut Ahzan, dari hasil penggeledahan yang dilakukan, tim Satresnarkoba Polres Abdya berhasil menemukan barang bukti berupa 1 (satu) kardus mie instan berisikan daun ganja kering seberat 1,3 kilogram.

Kemudian, tim juga menemukan sepuluh bungkus ganja kering yang sudah dibalut dengan kertas warna putih, dengan total beratnya mencapai 1,1 kilogram dan sudah siap untuk diedarkan.

Sambungnya lagi, total keseluruhan barang bukti ganja kering yang ditemukan polisi di rumah AG ini beratnya mencapai 2,4 kilogram. Selain itu, pihaknya turut mengamankan 1 unit ponsel genggam dan uang tunai senilai Rp 700 ribu.

"Barang bukti ini ditemukan dibawah tempat tidur terlapor. Selanjutnya terlapor beserta seluruh barang bukti langsung dibawa ke Polres Abdya guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," ujar mantan Kabag Ops Polres Lhokseumawe ini.

Atas perbuatannya ini, pelaku AG dijerat pasal 111 dan 114 ayat (1) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya yaitu 4 hingga 12 tahun penjara, dengan denda Rp 800 juta hingga Rp 8 miliar.

Komentar

Loading...