Unduh Aplikasi

Sidang Putusan Dugaan Korupsi Genset RSU Langsa Ditunda

Sidang Putusan Dugaan Korupsi Genset RSU Langsa Ditunda
Wakil Direktur RSUD Langsa, salah satu tersangka dugaan korupsi genset saat ditahan di Kejaksaan Negeri Langsa. Foto: AJNN.Net/Suar

BANDA ACEH - Sidang putusan dugaan korupsi pengadaan genset Rumah Sakit Umum Langsa ditunda oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Kamis (13/2).

Penundaan bacaan putusan tersebut disampaikan anggota majelis Nani Sukmawati di ruang sidang Kusuma Atmadja. Keempat terdakwa hadir dalam persidangan didampingi kuasa hukumnya yakni Kasibun Daulay, Nourman dan Faisal dari kantor Kasibun dan rekan. Sementara JPU dihadiri Muhammad Fahmi dari Kejari Langsa.

"Dikarenakan ketua majelis masih berada di luar daerah, maka sidang pembacaan putusan perkara ini kita tunda pekan depan, Kamis 20 Februari 2020," kata hakim

Sebelumnya keempat terdakwa dituntut masing-masing satu tahun lebih enam bulan serta membayar denda Rp50 juta subsider tiga bulan penjara. Sementara keempat terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 269 juta.

Keempat terdakwa telah menyerahkan uang pengganti atas kerugian negara ke kas negara sebelum persidangan.

Keempat terdakwa yakni Dedi Iskandar anggota pokja pengadaan Dinkes Langsa, Azhar Pandapotan asli Wadir RSU Langsa, Dony Sukma dan Sutrisno selaku pihak rekanan.

Baca: Tersangka Korupsi Pengadaan Genset RSUD Langsa Kembalikan Kerugian Negara

Tuntutan yang dibacakan oleh JPU, keempat terdakwa diyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana korupsi.

Sementara dalam nota pembelaan atau pledoi yang disampaikan kuasa hukum terdakwa sebelumnya menyatakan kerugian negara yang disampaikan JPU justru keuntungan yang sah dari nilai kontrak yang harus di terima oleh pihak rekanan sebesar 15 persen.

Selain itu, pengadaan genset 500 kVA plus instalasi dengan nilai kontrak Rp1,7 miliar lebih itu di laksanakan sesuai dengan spek dan kualitas terbaik. Selama tiga tahun juga tidak ada kerusakan terhadap mesin genset tersebut.

"Selama tiga tahun, mesin genset tersebut tidak ada masalah, bahkan memberikan manfaat bagi pihak rumah sakit," kata Kasibun dan Nourman kuasa hukum terdakwa.

Dalam nota pembelaan sebelumnya, kuasa hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim membebaskan keempat terdakwa dari dakwaan dan tuntutan JPU.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...