Unduh Aplikasi

Sidang Praperadilan, Polisi Tegaskan Penetapan Tersangka Yalsa Boutique Sesuai Aturan

Sidang Praperadilan, Polisi Tegaskan Penetapan Tersangka Yalsa Boutique Sesuai Aturan
Sidang gugatan praperadilan Yalsa Boutique. Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Penyidik Polda Aceh meminta hakim menolak gugatan praperadilan tersangka Syafrizal dan Siti Hilmi Amirulloh owner Yalsa Boutique terkait kasus investasi bodong.

Hal tersebut disampaikan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh dalam sidang lanjutan praperadilan yang beragendakan jawaban dari Termohon di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (3/5).

Baca: Sidang Praperadilan, Owner Yalsa Boutique Minta Dibebaskan dan Status Tersangka Dibatalkan

Dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal, Dahlan dan di hadiri kuasa hukum Pemohon. Penyidik menilai penetapan Syafrizal dan Siti Hilmi Amirulloh sebagai tersangka dalam tindak pidana perbankan dan tindak pidana pencucian uang telah sesuai berdasarkan ketentuan Undang-undang nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan Peraturan Kapolri nomor 6 Tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana.

Penyidik juga mengaku dalam rangkaian penangganan perkara penyidik telah melakukan rangkaian kegiatan penyelidikan dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyidikan. Serta telah menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke pihak Kejaksaan Tinggi Aceh.

Rangkaian penyidikan yang dilakukan penyidik telah melaksanakan pemeriksaan saksi-saksi dan memiliki bukti permulaan cukup dan melakukan kegiatan gelar perkara dalam proses penetapan tersangka.

Terkait penyitaan barang bukti berupa aset Pemohon, penyidik mengaku telah memperoleh penetapan persetujuan penyitaan dari Pengadilan Negeri Banda Aceh.

"Berdasarkan uraian yang dikemukakan, termohon berkesimpulan bahwa penyitaan barang bukti dan penetapan tersangka yang dilakukan penyidik terhadap laporan polisi nomor LP.A/20/II/YAN.2.2/2021/SPKT tanggal 11 Februari 2021 adalah sah secara hukum dan semua dalil-dalil yang dijadikan alasan pemohon untuk mengajukan praperadilan adalah tidak benar dan keliru," kata penyidik kepada wartawan.

Dalam petitumnya, polisi meminta hakim menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya dan menyatakan tindakan termohon menetapkan para pemohon sebagai tersangka oleh penyidik adalah sah dan mengikat menurut hukum.

Sebelumnya, owner Yalsa Boutique melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan praperadilan melawan Polda Aceh dalam kasus investasi bodong pada Jumat 30 April 2021.

Syafrizal dan istrinya Siti Hilmi Amirulloh meminta hakim menyatakan status tersangkanya tidak sah karena tidak sesuai prosedur.


Sidang gugatan praperadilan Yalsa Boutique. Foto; AJNN/Tommy

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...